Mahasiswa Berdampak

Mahasiswa Informatika Universitas Teknokrat Indonesia Laksanakan Magang Mandiri di BPKAD

Bandar Lampung – Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Teknokrat Indonesia, yaitu Galih Saputra, Muhammad Afgan Shaq, dan Muhammad Anas Faizun, saat ini sedang melaksanakan kegiatan magang mandiri di instansi pemerintahan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Kegiatan magang ini merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengenal dunia kerja serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan. Selama menjalani program magang, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari berbagai proses kerja yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan daerah, pengolahan data, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung kegiatan administrasi dan pelayanan publik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan teknis, keterampilan komunikasi, serta pemahaman mengenai sistem kerja di lingkungan instansi pemerintahan. Baca Juga : Menyongsong Dunia Kerja: Strategi Mahasiswa dan Alumni Membangun Karier di Era Modern Kegiatan magang mandiri ini dilaksanakan dengan bimbingan dari dosen pembimbing Tri Widodo, S.T., M.Kom., yang memberikan arahan serta pendampingan selama proses magang berlangsung. Dengan adanya bimbingan tersebut, diharapkan para mahasiswa dapat menjalankan kegiatan magang dengan baik serta memperoleh pengalaman yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi di masa depan. Program magang ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja secara profesional, sekaligus menambah wawasan mengenai praktik kerja nyata di bidang pengelolaan keuangan dan administrasi pemerintahan. Baca Juga : Mahasiswa Teknokrat Laksanakan Magang Mandiri di Badan Pertanahan Nasional Provinsi Lampung

Mahasiswa Teknokrat Laksanakan Magang Mandiri di Badan Pertanahan Nasional Provinsi Lampung

Bandar Lampung – Dalam rangka meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, dua mahasiswa melaksanakan program magang mandiri di lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Lampung. Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran di luar kampus yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam memahami sistem kerja di instansi pemerintahan. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan magang tersebut adalah Rayhan Pratama dan Sabiq Segara Wasesa. Selama menjalani program magang, keduanya terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas kerja yang berkaitan dengan administrasi pertanahan, pengelolaan data, serta proses pelayanan publik yang menjadi bagian penting dari tugas dan fungsi Badan Pertanahan Nasional. Baca Juga : Lowongan PKL di Kemendikti Saintek 2025 Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja secara langsung, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan di dunia profesional. Pengalaman tersebut meliputi kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap prosedur kerja di instansi pemerintah. Kegiatan magang mandiri ini juga dilaksanakan di bawah bimbingan dosen Dr. Jafar Fakhrurozi, S.Pd., M.Hum, yang memberikan arahan serta pendampingan akademik selama mahasiswa menjalankan program tersebut. Bimbingan dari dosen pembimbing menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa kegiatan magang tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga tetap selaras dengan tujuan pembelajaran akademik di perguruan tinggi. Program magang seperti ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk lebih mengenal dunia kerja secara nyata serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di dunia profesional. Dengan adanya pengalaman magang di instansi seperti Badan Pertanahan Nasional Provinsi Lampung, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan wawasan, meningkatkan kompetensi, serta memperoleh gambaran nyata mengenai tanggung jawab dan etika kerja di lingkungan profesional. Hal ini tentu menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam membangun karier di masa depan. Baca Juga : UTI Apresiasi Radar Lampung Media Grup atas Fasilitasi PKL Mahasiswa

Menyongsong Dunia Kerja: Strategi Mahasiswa dan Alumni Membangun Karier di Era Modern

Perpindahan dari dunia akademikke dunia profesionaladalah salah satu tahapkrusial dalam kehidupan mahasiswa dan lulusan. Masa ini sering kali menjadi momen awal bagi individu untuk memulai karier, meningkatkan potensi diri, danmemberikankontribusiyangsignifikan di dalam masyarakat. Namun, tidak bisadisangkal bahwa langkah memasuki dunia pekerjaanseringkali menghadirkan berbagai rintangan, terutama bagi freshgraduate yang belum memiliki pengalaman kerja yang cukup. Artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang dunia kerja serta mendukung mahasiswa dan alumni dalam mempersiapkan diri secara lebih optimal. Dengan persiapan yang baik, mahasiswa dan alumni akan lebih mudah untuk memperoleh pekerjaan serta dapat berkembang dan beradaptasi di dunia profesional. Lingkungan Kerja yang Selalu Berevolusi Saat ini, dunia kerja tengah mengalami perkembangan yang sangat cepat. Perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan tuntutan industri menyebabkan banyak sektor pekerjaan terus mengalami perubahan. Banyak pekerjaan baru bermunculan seiring dengan kemajuan teknologi digital, sementara beberapa pekerjaan tradisional mulai menyesuaikan diri dengan metode kerja yang lebih modern. Perubahan ini mengharuskan mahasiswa dan alumni untuk memiliki kemampuan belajar yang terus-menerus. Pengetahuan yang didapatkan selama perkuliahan memang merupakan dasar yang signifikan, namun kemampuan untuk terus mengupdate pengetahuan dan keterampilan juga merupakan faktor yang sangat penting. Baca Juga : International Guest Lecture Alert! Mahasiswa dan alumni yang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan serta mengikuti tren terkini akan memiliki kesempatan lebih untuk meraih kesuksesan di lingkungan kerja. Menyusun Persiapan Sejak Masa Perkuliahan Salah satu kesalahan umum adalah menunggu sampai lulus kuliah untuk mulai bersiap menghadapi dunia kerja. Sebenarnya, periode kuliah adalah momen yang sangat ideal untuk mulai menyiapkan diri. Mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai peluang yang ada di lingkungan kampus, seperti menjadi anggota organisasi kemahasiswaan, mengikuti seminar, pelatihan, lomba, atau program magang. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru, namun juga mendukung mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan yang sangat dibutuhkan di dunia profesional. Di samping itu, partisipasi dalam beragamkegiatan di luar kelas juga dapat membantu mahasiswa memahami minat dan kemampuan diri. Memahami bidang yang paling menarik akan memudahkan mahasiswa dalam menentukan jalur karier yang diinginkan setelah lulus. Mengasah Cara Berpikir Profesional Masukke dunia pekerjaan tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga memerlukan mindset profesional. Mahasiswa serta alumni harus mulai mengembangkan sikap disiplin, bertanggung jawab, dan komitmen terhadap pekerjaan yang dijalani. Ditempat kerja, individudiharapkan mampu menyelesaikan pekerjaansesuaitenggat waktu, berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta menghadapi tantangan dengan sikap yang optimis. Oleh karena itu,sangat penting bagi mahasiswa untuk mulai membangunkebiasaan baik sejak masa kuliah, seperti mengelola waktu dengan efisien,mempertahankan integritas, dan menghargai proses belajar. Pola pikir seorang profesional juga mencakup kemampuan untuk menerima masukan dan terus melakukanperbaikan diri. Lingkungan kerja adalaharenapembelajaran yang sangat dinamis, sehingga kemampuan untuk beradaptasi menjadi salah satu kunci utama kesuksesan. Peran Teknologi dalam Mengembangkan Karier Di zaman digital sekarang, teknologi memainkan peran yang sangat penting dalam dunia pekerjaan. Berbagai perusahaan memanfaatkan teknologi guna meningkatkan efisiensi kerja, memperluas cakupan bisnis, dan menciptakan inovasi baru. Mahasiswa dan alumni harusmenggunakan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan diri dan membangun karier. Salah satu metode yang bisa dilakukan adalah dengan membuat portofolio digital yang menunjukkanketerampilan dan pengalaman yang dimiliki. Serta, berbagai platform digital juga bisadigunakan untuk mencari info lowongan kerja, mengikuti pelatihan daring,dan membangun jaringan profesional. Dengan memanfaatkan teknologi secara optimal,kesempatan untuk berkembang di dunia pekerjaan akan semakin luas. Signifikansi Rasa Percaya Diri dan Keinginan untuk Belajar Salah satu hambatanutama bagi lulusan baru adalah kurangnya rasa percaya diri saat memasuki dunia kerja. Situasi ini sering muncul karena mereka merasa kurangberpengalaman dibandingkan dengan karyawan yang lebih senior. Akantetapi,perlu diingat bahwa setiap profesional juga pernah mengalamitahap yang sama saatmenjadi pemula. Apa yang membedakan adalah niat untuk belajar dan kemampuan untuk terus maju. Mahasiswa dan alumni harusberani untuk mencoba, mengambilpelajaran dari pengalaman, serta tidak gentar menghadapi kegagalan. Setiap pengalaman, baik yang sukses maupun yang gagal, akan memberikan pelajaran berharga dalam perjalanan karier individu. Tujuan Utama: Menghasilkan Lulusan yang Siap Bekerja Tujuan utama pendidikan tinggi adalah menghasilkan generasi yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga mampu berkarya dan berkontribusiuntuk masyarakat. Mahasiswa dan alumni diharapkan menggunakanpengetahuan yang telah didapat untuk menciptakan inovasi, menyelesaikan masalah, serta memberikan pengaruh positif di tempat kerja dan masyarakat luas. Dengan persiapan yang baik, pengalaman yang semakin bertambah, serta dorongan untuk terus belajar, mahasiswa dan alumni akan dapat menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja dengan rasa percaya diri yang lebih. Dunia kerja bukanlah penutup dari proses pembelajaran,tetapipermulaan dari perjalanan panjang untuk terus maju, berkontribusi, dan mewujudkan berbagai kesempatan yang ada di masa depan Baca Juga : Bank Citra membuka lowongan pekerjaan bagi Alumni Universitas Teknokrat Indonesias

Alumni Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Berkiprah di Perbankan Nasional, Perkuat Keamanan Siber di Era Digital

Bandar Lampung – Kiprah alumni Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) di tingkat nasional kembali menunjukkan prestasi yang membanggakan. Salah satu alumni terbaiknya, Radytia Rifandi, lulusan Program Studi Informatika, kini sukses meniti karier profesional di sektor perbankan nasional, tepatnya di PT Bank Nagari (Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat). Baca Juga: Mahasiswa Antusias Sambut Program Persiapan Karier TCTC Di perusahaan tersebut, Radytia dipercaya menempati posisi strategis pada Unit Kerja Ketahanan dan Keamanan Siber di bawah Divisi Teknologi Digitalisasi. Peran ini menjadi sangat penting di tengah meningkatnya kebutuhan industri perbankan terhadap sistem keamanan digital yang andal guna melindungi data dan transaksi nasabah. Penempatan Radytia di bidang keamanan siber mencerminkan kesesuaian antara kurikulum pendidikan di Universitas Teknokrat Indonesia dengan tuntutan dunia industri, khususnya dalam menghadapi transformasi digital yang semakin pesat. Dalam keterangannya, Radytia mengungkapkan bahwa pengalaman selama menempuh pendidikan di Teknokrat memberikan bekal yang sangat kuat untuk menghadapi dunia kerja. “Lingkungan kampus yang kondusif serta dukungan dosen yang kompeten sangat membantu saya dalam membangun fondasi pengetahuan di bidang teknologi. Apa yang saya pelajari di bangku kuliah sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” ujar Radytia. Ia juga memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa agar dapat memanfaatkan masa kuliah secara maksimal untuk mengembangkan potensi diri. “Jangan ragu menghadapi tantangan. Proses yang dijalani hari ini akan sangat menentukan kesuksesan di masa depan. Gunakan waktu kuliah untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi,” tambahnya. Keberhasilan Radytia ini mendapatkan apresiasi dari Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., yang menyampaikan rasa bangganya terhadap capaian para alumni. “Kami sangat mengapresiasi pencapaian Radytia Rifandi. Ini menjadi bukti bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi di dunia kerja. Kami berharap seluruh alumni dapat terus berkembang, baik sebagai profesional maupun wirausahawan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya. Peran alumni Universitas Teknokrat Indonesia dalam bidang keamanan siber menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ancaman digital di sektor keuangan. Keamanan data dan transaksi menjadi prioritas utama bagi industri perbankan, sehingga membutuhkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi tinggi di bidang teknologi informasi. Keberhasilan Radytia juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kurikulum yang berbasis kebutuhan industri, didukung dengan fasilitas pembelajaran yang modern, menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja. Selain itu, pengalaman belajar yang didukung oleh lingkungan akademik yang kondusif serta kegiatan praktikum yang relevan turut memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional.

Alumni S1 Pendidikan Olahraga Universitas Teknokrat Indonesia Jadi Guru PNS di Mesuji, Bukti Nyata Kualitas Pendidikan Kampus

Bandar Lampung – Keberhasilan lulusan dalam menembus dunia kerja kembali menjadi indikator kuat kualitas pendidikan di Universitas Teknokrat Indonesia. Salah satu capaian membanggakan datang dari Angga Leo Setyawan, alumnus Program Studi S1 Pendidikan Olahraga Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan, yang kini resmi mengemban amanah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau guru PNS di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Mesuji. Baca Juga: LOWONGAN KERJA DIGITALIZATION PROJECT MANAGEMENT OFFICER DI ASTRA INTERNASIONAL Penempatan Angga sebagai tenaga pendidik di wilayah Kabupaten Mesuji menjadi bukti bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor pendidikan. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi langsung bagi masyarakat. Dalam keterangannya, Angga mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan akademiknya di Universitas Teknokrat Indonesia. Ia menilai bahwa lingkungan kampus yang kondusif, didukung fasilitas lengkap serta tenaga pengajar profesional, menjadi faktor penting dalam membentuk kompetensi dirinya sebagai calon pendidik. “Saya sangat bersyukur pernah menempuh pendidikan di Teknokrat. Fasilitas olahraga yang lengkap serta dosen yang kompeten sangat membantu saya dalam mempersiapkan diri menjadi guru profesional,” ujarnya. Lebih lanjut, Angga juga memberikan motivasi kepada lulusan SMA/SMK untuk tidak ragu memilih Program Studi Pendidikan Olahraga di Universitas Teknokrat Indonesia. Menurutnya, kurikulum yang diterapkan telah disusun secara adaptif dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Keberhasilan Angga mendapat apresiasi dari Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Mahathir Muhammad. Ia menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut sebagai bukti bahwa sistem pendidikan di kampus telah berjalan sesuai standar mutu yang tinggi. “Kami sangat bangga atas pencapaian Angga Leo Setyawan. Ini menunjukkan bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi nyata di sektor publik. Kami berharap Angga dapat menjadi guru yang profesional, amanah, serta memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan di daerah,” ungkapnya. Universitas Teknokrat Indonesia sendiri terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi dosen, serta pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan masyarakat. Upaya ini dilakukan guna mempertahankan posisi sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan yang berorientasi pada masa depan mahasiswa. Keberhasilan Angga Leo Setyawan sebagai guru PNS di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Mesuji juga mencerminkan kontribusi nyata Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Melalui lulusan yang terserap sebagai tenaga pendidik profesional, universitas turut berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di daerah, termasuk wilayah Kabupaten Mesuji. Kehadiran guru yang kompeten menjadi kunci dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Selain itu, penyediaan fasilitas pembelajaran yang modern dan lingkungan akademik yang kondusif selama masa studi memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman pendidikan berkualitas. Hal ini pada akhirnya berdampak pada peningkatan akses pendidikan yang inklusif dan merata. Dengan komitmen berkelanjutan dalam mencetak lulusan unggul, Universitas Teknokrat Indonesia terus berperan aktif dalam membangun sektor pendidikan nasional serta menciptakan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. Baca Juga: Panduan Dunia Kerja untuk Mahasiswa dan Alumni

Alumni S1 Manajemen Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung Sukses Berkarier di Bank BNI, Bukti Lulusan Siap Bersaing di Dunia Perbankan

Bandar Lampung – Kualitas lulusan Universitas Teknokrat Indonesia sebagai Kampus Terbaik di Lampung kembali mendapat pengakuan di dunia kerja nasional. Salah satu alumni berprestasi, Delitha Inkia Fristky, berhasil menorehkan karier gemilang di sektor perbankan dengan bergabung di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Tanjung Karang. Baca Juga: Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Jalani Magang Mandiri di Balai Bahasa Provinsi Lampung, Perkuat Kompetensi dan Kesiapan Dunia Kerja Alumni Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut kini dipercaya menempati posisi di bidang Marketing, sebuah peran strategis yang menuntut kemampuan komunikasi, analisis pasar, serta pengelolaan relasi nasabah secara profesional. Menariknya, pencapaian ini diraih Delitha tidak lama setelah ia menyelesaikan studi pada tahun 2023. Delitha memulai perjalanan akademiknya di Universitas Teknokrat Indonesia pada tahun 2020. Selama masa studi, ia dikenal sebagai mahasiswa yang disiplin dan berprestasi, yang dibuktikan dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi sebesar 3,79. Tidak hanya unggul secara akademik, Delitha juga aktif mengembangkan soft skills melalui kegiatan organisasi kemahasiswaan. Ia terlibat dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari, yang membantunya mengasah kepercayaan diri, kerja tim, serta kecerdasan emosional. Menurutnya, keseimbangan antara kemampuan akademik dan pengalaman organisasi menjadi faktor penting dalam membentuk kesiapan menghadapi dunia kerja. “Selama kuliah di Teknokrat, saya tidak hanya mempelajari teori manajemen seperti keuangan dan sumber daya manusia, tetapi juga praktiknya melalui studi kasus dan proyek nyata. Hal ini sangat membantu saya menjadi pribadi yang siap bersaing secara profesional,” ungkap Delitha. Keberhasilan Delitha sekaligus menjawab pertanyaan umum mengenai prospek lulusan Manajemen di dunia kerja, khususnya sektor perbankan. Lulusan Manajemen memiliki kompetensi yang luas, mulai dari pengelolaan keuangan, strategi bisnis, hingga etika profesional yang sangat relevan dengan kebutuhan industri keuangan. Dalam praktiknya, lulusan Manajemen memiliki peluang karier yang beragam di perbankan, seperti customer service, analis kredit, manajemen risiko, back office, hingga posisi marketing yang kini dijalani Delitha. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum berbasis industri yang diterapkan Universitas Teknokrat Indonesia mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja. Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan yang diraih Delitha. Ia menilai pencapaian tersebut merupakan cerminan kualitas pendidikan yang diterapkan di lingkungan kampus. “Kami sangat bangga atas capaian Delitha Inkia Fristky. Semoga kariernya terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor perbankan dan ekonomi,” ujarnya. Ia juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan berani bersaing di dunia profesional. Keberhasilan alumni seperti Delitha semakin memperkuat posisi Universitas Teknokrat Indonesia sebagai perguruan tinggi yang konsisten mencetak sumber daya manusia unggul, adaptif, dan siap kerja. Dengan dukungan fasilitas modern, kurikulum berbasis industri, serta pembinaan karakter mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik dan non-akademik, Teknokrat terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Capaian Delitha juga menjadi bagian dari kontribusi Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya: SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education):Melalui sistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri, kampus mampu mencetak lulusan dengan kompetensi tinggi dan kesiapan kerja yang optimal. SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth):Penyerapan lulusan di sektor formal seperti perbankan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas tenaga kerja profesional di Indonesia. Kisah sukses Delitha Inkia Fristky menjadi bukti nyata bahwa kombinasi antara pendidikan berkualitas, pengalaman organisasi, dan semangat belajar tinggi mampu membuka peluang karier yang luas. Bagi generasi muda yang ingin meraih kesuksesan serupa, Universitas Teknokrat Indonesia membuka peluang melalui sistem pendidikan unggul yang berorientasi masa depan. Mari bergabung bersama “Kampus Sang Juara” dan wujudkan masa depan gemilang di dunia profesional. Baca Juga: Dunia Kerja Itu Beda, Ini Realita yang Perlu Mahasiswa dan Alumni Tahu

Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Jalani Magang Mandiri di Balai Bahasa Provinsi Lampung, Perkuat Kompetensi dan Kesiapan Dunia Kerja

Bandar Lampung – Mahasiswa di Universitas Teknokrat Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan menghadapi dunia kerja dengan melaksanakan program magang mandiri di Balai Bahasa Provinsi Lampung. Kegiatan ini adalah bagian dari pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman (experiential learning) yang mendorong mahasiswa untuk langsung terlibat dalam dunia profesional sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari. Adapun mahasiswa yang mengikuti program magang mandiri ini terdiri dari: Program magang mandiri ini menawarkan peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata, terutama di bidang kebahasaan, pengelolaan dokumen, dan kegiatan pendukung literasi yang menjadi prioritas utama Balai Bahasa Provinsi Lampung. Sepanjang kegiatan itu, mahasiswa berpartisipasi secara aktif dalam beragam tugas, mulai dari analisis dan pengolahan data kebahasaan, penyusunan laporan administratif, hingga ikut serta dalam program pengembangan dan pelestarian bahasa yang diadakan oleh lembaga. Baca Juga: Mahasiswa Teknokrat Magang Mandiri di Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Selain memperbaiki kemampuan teknis (hard skills), program magang ini juga memiliki peran krusial dalam mengembangkan keterampilan non-teknis (soft skills), seperti komunikasi, kerja sama tim, manajemen waktu, serta etika profesional di tempat kerja. Interaksi langsung dengan para profesional dan ahli di Balai Bahasa juga memberikan pemahaman baru tentang dinamika serta tuntutan nyata di dunia kerja. Selama pelaksanaan, mahasiswa menerima bimbingan akademik dari dosen pembimbing, Dr. Jafar Fakhrurozi, S.Pd., M.Hum., yang secara terus-menerus memberikan arahan, pemantauan, dan evaluasi terhadap kemajuan mahasiswa selama mengikuti program magang. Bimbingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa aktivitas yang dilakukan tetap sejalan dengan hasil pembelajaran dan memberikan nilai lebih untuk pengembangan kemampuan mahasiswa. Program magang mandiri ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara dunia pendidikan dan dunia kerja, sehingga mahasiswa tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga siap bersaing secara profesional. Dengan pengalaman ini, mahasiswa diharapkan lebih siap secara matang, baik dalam pengetahuan, keterampilan, maupun sikap, dalam menghadapi tantangan di dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia tetap berkomitmen dalam mendukung peningkatan kualitas mahasiswa melalui berbagai program yang sesuai dengan kebutuhan industri dan lembaga, serta memperkuat kolaborasi antara pendidikan dan dunia kerja. Baca Juga: AWAS TERTIPU! Ini Tips & Trik Mencari Lowongan Kerja Aman di Internet

Mahasiswa Teknokrat Magang Mandiri di Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri

Bandar Lampung – Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja melalui kegiatan magang mandiri. Salah satu mahasiswa saat ini tengah melaksanakan program magang di Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengalaman serta keterampilan profesional di lingkungan kerja nyata. Baca Juga: Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia PKL di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Lampung Kegiatan magang ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing Aditia Yudhistira, S.Kom., M.Kom. yang secara aktif memberikan arahan serta pendampingan selama proses pelaksanaan magang berlangsung. Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teori yang telah diperoleh di perkuliahan, tetapi juga menerapkannya secara langsung dalam berbagai aktivitas kerja di instansi tersebut. Program magang mandiri ini juga diikuti oleh dua mahasiswa yaitu Muhammad Ridho Rizky Alfatih dan Muhammad Roif Imam Aflah yang turut berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai tugas dan proyek yang diberikan oleh pihak instansi. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta memahami budaya kerja profesional yang ada di dunia industri. Dengan adanya program magang ini, Universitas Teknokrat Indonesia melalui TCTC terus mendorong mahasiswanya untuk aktif mencari pengalaman di dunia kerja sejak dini. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi serta kesiapan mereka untuk bersaing di dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Baca Juga: Dunia Kerja Itu Beda, Ini Realita yang Perlu Mahasiswa dan Alumni Tahu

Scroll to top
IndonesiaidIndonesiaIndonesia