Alumni

Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Sukses Berkarier di Industri Teknologi Nasional dan Internasional

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung kembali menunjukkan kualitasnya dalam mencetak lulusan unggul yang mampu bersaing di dunia kerja profesional, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu kisah inspiratif tersebut datang dari Say Pulung, alumnus Program Studi S1 Informatika yang kini sukses meniti karier di industri teknologi. Baca Juga: Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Devan Ahmad Pramudia Juara Pilmapres LLDikti Wilayah II 2026, Siap ke Seleksi Nasional Saat ini, Say Pulung bekerja secara profesional di PT Wawasan Inovatif Strategi Handal atau dikenal melalui platform digital wish.co.id. Tidak hanya itu, ia juga dipercaya menangani berbagai proyek jangka pendek (short-term project) sebagai freelancer di Fame Capital, perusahaan berbasis di Australia yang bergerak di bidang teknologi dan investasi digital. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri global yang terus berkembang pesat, khususnya pada bidang teknologi informasi dan digitalisasi. Dalam keterangannya, Say Pulung mengungkapkan bahwa perjalanan kariernya tidak terlepas dari pengalaman akademik dan organisasi yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas Teknokrat Indonesia. Menurutnya, lingkungan kampus yang mendukung pengembangan keterampilan praktis menjadi modal penting dalam membangun karier profesional. Ia mengenang keterlibatannya di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotic sebagai salah satu pengalaman paling berharga selama kuliah. Melalui organisasi tersebut, ia tidak hanya mempelajari pemrograman tingkat lanjut, tetapi juga dilatih untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. “Pengalaman di UKM Robotic membangun mental saya untuk terus belajar dan beradaptasi, terutama di bidang teknologi yang berkembang sangat cepat. Dari sana saya belajar bagaimana menghadapi tantangan, bekerja dalam tim, serta menerapkan ilmu secara langsung dalam proyek nyata,” ujar Say Pulung. Ia menambahkan bahwa kombinasi antara pembelajaran di ruang kelas dan pengalaman organisasi memberikan fondasi yang kuat dalam menghadapi dunia kerja profesional. Kemampuan teknis yang diperoleh selama kuliah dipadukan dengan soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen proyek menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan di industri teknologi saat ini. Selain berbagi pengalaman, Say Pulung juga menyampaikan harapannya agar Universitas Teknokrat Indonesia terus memperkuat sinkronisasi antara kurikulum akademik dengan kebutuhan dunia industri. Menurutnya, langkah tersebut penting agar lulusan Teknokrat semakin siap menghadapi persaingan global di era transformasi digital. Prestasi dan perjalanan karier Say Pulung mendapat apresiasi dari Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad. Ia menyatakan rasa bangga terhadap keberhasilan alumnus Teknokrat yang mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknologi secara nyata di dunia industri. “Kami sangat bangga melihat keberhasilan Say Pulung dalam meniti karier di industri teknologi nasional maupun internasional. Ini membuktikan bahwa ekosistem pendidikan di Universitas Teknokrat Indonesia, termasuk pembinaan melalui organisasi mahasiswa seperti UKM Robotic, mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan kompetitif,” ujar Mahathir. Mahathir juga menegaskan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia terus berkomitmen memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik, inovasi, dan teknologi. “Kami berharap semakin banyak mahasiswa dan alumni Teknokrat yang mampu menjadi talenta digital unggulan serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan teknologi Indonesia. Kampus akan terus mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya. Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, menyampaikan bahwa keberhasilan alumni merupakan indikator penting keberhasilan perguruan tinggi dalam menjalankan proses pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan industri. Menurutnya, Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, inovasi, dan kemampuan adaptasi mahasiswa melalui berbagai program pengembangan diri. Kisah sukses Say Pulung sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya pelajar SMA/SMK sederajat di Provinsi Lampung, untuk terus mengembangkan potensi diri di bidang teknologi dan digital. Universitas Teknokrat Indonesia hadir sebagai kampus yang menyediakan lingkungan belajar modern, fasilitas lengkap, dosen profesional, serta dukungan penuh terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa. Sebagai “Kampus Sang Juara”, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan akademik maupun organisasi guna membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan. Keberhasilan alumnus ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui pendidikan berbasis kompetensi, penguatan keterampilan teknologi, serta pembinaan talenta digital, Universitas Teknokrat Indonesia berkontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu mendorong inovasi, produktivitas, dan daya saing bangsa di era ekonomi digital global.

Alumni Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Sukses Berkarier sebagai ASN di Pemkab Tanggamus

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung kembali membuktikan kualitasnya sebagai perguruan tinggi unggulan di Lampung dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja. Salah satu alumni yang berhasil menunjukkan kiprahnya adalah Ega Delviani, S.M., lulusan Program Studi S1 Manajemen yang kini berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Baca Juga: Mahasiswa Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung Borong Medali di Kejuaraan Pencak Silat Gubernur Cup I 2026 Saat ini, Ega dipercaya mengemban tugas sebagai Analis SDM Aparatur Ahli Pertama pada Bidang Pengembangan ASN di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tanggamus. Posisi tersebut menuntut kompetensi profesional, ketelitian, serta pemahaman mendalam terkait pengelolaan sumber daya manusia di sektor pemerintahan. Dalam keterangannya, Ega menyampaikan rasa syukur atas pendidikan yang ia tempuh di Universitas Teknokrat Indonesia. Ia menilai bahwa pengalaman akademik yang diperoleh selama masa perkuliahan menjadi fondasi penting dalam membangun kesiapan kariernya. Ia juga menyoroti lingkungan belajar yang kondusif serta fasilitas kampus yang lengkap sebagai faktor pendukung keberhasilannya. Menurutnya, kombinasi antara teori dan praktik yang seimbang, serta bimbingan dari dosen profesional, memberikan pengalaman belajar yang komprehensif. “Fasilitas kampus sangat mendukung, suasana belajar nyaman, dan kegiatan mahasiswa juga diperhatikan. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih maksimal,” tambahnya. Ega berharap Universitas Teknokrat Indonesia terus meningkatkan kualitas pendidikan guna mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja global. Menanggapi capaian tersebut, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih oleh alumni. “Keberhasilan Ega menjadi bukti nyata bahwa sistem pendidikan yang kami terapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pemerintahan. Kami akan terus mendorong mahasiswa untuk memiliki mentalitas juara serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Mahathir. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan pemerintahan, serta pengembangan soft skills mahasiswa. Keberhasilan alumni seperti Ega Delviani menjadi cerminan nyata bahwa sinergi antara pendidikan berkualitas dan pembinaan karakter mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan profesional serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Pencapaian alumni Universitas Teknokrat Indonesia ini juga sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan menghasilkan lulusan yang kompeten dan terserap di sektor formal seperti pemerintahan. Kehadiran alumni di posisi strategis birokrasi turut berkontribusi dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan berkelanjutan. Baca Juga: Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Perkuat Reputasi Global, Ratusan Publikasi Dosen Tembus Indeks SCOPUS

Alumni Teknik Elektro Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung Tembus Industri Penerbangan, Kini Berkarier di Batam Aero Technic

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung kembali menegaskan kualitas lulusannya di dunia kerja. Salah satu alumnus terbaik Program Studi Teknik Elektro, Ananda Satrio Wicaksono, S.T., berhasil meniti karier di industri penerbangan nasional dengan bergabung di Batam Aero Technic (Lion Group) sebagai Mechanic Landing Gear Shop. Baca Juga: Borong Gelar Juara, Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Dominasi Ajang Putra Putri Lampung 2026 Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi di sektor industri strategis berskala nasional bahkan internasional. Ananda dikenal sebagai sosok mahasiswa yang aktif dan berprestasi selama masa perkuliahan, baik dalam bidang akademik maupun organisasi. Selama menempuh pendidikan, ia terlibat aktif dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro serta menjadi bagian dari Teknokrat Vehicle Community. Melalui komunitas tersebut, Ananda turut berkontribusi dalam proyek pengembangan mobil listrik, yang memberinya pengalaman praktis dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. “Di kelas saya mempelajari dasar-dasar penting seperti rangkaian listrik dan elektronika. Namun melalui proyek mobil listrik, saya belajar menerapkan teori ke dalam praktik nyata sekaligus menyelesaikan berbagai tantangan teknis,” ungkap Ananda. Ia juga menekankan bahwa pengalaman berorganisasi selama kuliah berperan besar dalam membentuk karakter kepemimpinan dan kemampuan interpersonalnya. Keterampilan komunikasi, kerja sama tim, serta manajemen waktu menjadi bekal penting yang membantunya beradaptasi di lingkungan kerja profesional. “Masa kuliah adalah fase yang sangat menentukan. Di Teknokrat, saya tidak hanya belajar teori, tetapi juga ditempa untuk memiliki pola pikir solutif dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” tambahnya. Keberhasilan Ananda semakin memperkuat reputasi Universitas Teknokrat Indonesia sebagai perguruan tinggi yang mampu mencetak sumber daya manusia unggul dan siap kerja. Hal ini juga mencerminkan keberhasilan kurikulum berbasis praktik yang diterapkan kampus dalam menjawab kebutuhan industri modern. Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. “Kami sangat bangga atas pencapaian Ananda yang berhasil berkarier di industri penerbangan. Ini adalah bukti bahwa lulusan Teknokrat memiliki kompetensi dan daya saing tinggi. Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berusaha dan mengembangkan diri,” ujar Mahathir. Ia juga menegaskan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia akan terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri global, sehingga lulusan tidak hanya siap kerja tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pencapaian ini sekaligus menunjukkan kontribusi nyata Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Kiprah Ananda di industri perawatan pesawat mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan sektor transportasi dan teknologi. Selain itu, pengalamannya dalam pengembangan mobil listrik selama kuliah mencerminkan dukungan terhadap SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), serta selaras dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pendidikan berbasis praktik dan inovasi. Sebagai penutup, Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung mengajak para lulusan SMA/SMK untuk melanjutkan pendidikan di kampus berprestasi yang telah terbukti menghasilkan lulusan unggul dan siap bersaing di dunia kerja. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi spmb.teknokrat.ac.id atau datang langsung ke kampus Universitas Teknokrat Indonesia. Baca Juga : Mahasiswa Teknokrat Jalani Magang Mandiri di Biro Umum Setda Provinsi Lampung

Membangun Kesiapan Karier: Langkah Strategis Mahasiswa dan Alumni Menghadapi Dunia Kerja

Memasuki dunia kerja bukan hanya soal memperoleh pekerjaan pertama, tetapi tentang bagaimana seseorang mampu beradaptasi, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata dalam lingkungan profesional. Bagi mahasiswa dan alumni, tahap ini sering menjadi momen penting yang menentukan arah masa depan. Tidak sedikit yang merasa sudah siap karena memiliki gelar pendidikan, namun pada kenyataannya masih perlu banyak penyesuaian ketika menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif sekaligus menjadi panduan praktis bagi mahasiswa dan alumni dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja secara lebih matang dan terarah. Memahami Dunia Kerja Secara Nyata Lingkungan kerja memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan dunia perkuliahan. Jika selama kuliah mahasiswa lebih banyak berfokus pada teori dan tugas akademik, maka di dunia kerja yang diutamakan adalah hasil, tanggung jawab, dan kinerja. Banyak lulusan baru mengalami kesulitan di awal karena harus beradaptasi dengan berbagai tuntutan, seperti bekerja dalam tim yang beragam, menghadapi target yang ketat, serta menyelesaikan masalah secara cepat dan tepat. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan kerja tidak cukup hanya bergantung pada nilai akademik, tetapi juga mencakup kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi. Mengenali Potensi Diri sebagai Langkah Awal Langkah pertama dalam mempersiapkan karier adalah memahami diri sendiri. Mahasiswa dan alumni perlu mengetahui minat, kemampuan, serta tujuan yang ingin dicapai dalam kariernya. Pertanyaan sederhana seperti: dapat membantu menentukan arah yang lebih jelas. Dengan pemahaman ini, seseorang akan lebih fokus dalam mengembangkan diri dan tidak mudah terpengaruh oleh pilihan orang lain. Mengumpulkan Pengalaman Sejak Dini Pengalaman menjadi salah satu aspek penting yang sering dipertimbangkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak menunggu lulus untuk mulai mencari pengalaman. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain: Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat melatih kemampuan praktis sekaligus memahami kondisi nyata di dunia kerja. Menyeimbangkan Kemampuan Teknis dan Non-Teknis Dalam dunia profesional, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kemampuan berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain. Kemampuan teknis (hard skills) meliputi keahlian yang sesuai dengan bidang studi, seperti penguasaan software, analisis data, atau keterampilan khusus lainnya. Sementara itu, kemampuan non-teknis (soft skills) meliputi: Kombinasi antara keduanya akan membuat seseorang lebih siap menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja. Membangun Citra Profesional Sejak Dini Di era digital, penting bagi mahasiswa dan alumni untuk mulai membangun citra diri yang profesional. Hal ini dapat dilakukan dengan menampilkan kemampuan, pengalaman, dan prestasi secara tepat. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain: Citra profesional yang baik akan meningkatkan peluang untuk dikenal dan dipercaya oleh dunia kerja. Memperluas Relasi dan Kesempatan Memiliki jaringan yang luas dapat membuka berbagai peluang karier. Banyak informasi pekerjaan atau kesempatan kerja yang diperoleh melalui relasi. Mahasiswa dan alumni dapat mulai membangun jaringan dengan cara: Relasi yang dibangun sejak dini dapat menjadi investasi penting di masa depan. Terus Belajar dan Beradaptasi Perkembangan teknologi dan perubahan industri menuntut setiap individu untuk terus belajar. Dunia kerja tidak bersifat statis, sehingga kemampuan untuk beradaptasi menjadi sangat penting. Mahasiswa dan alumni perlu memiliki semangat belajar sepanjang hayat dengan cara: Dengan sikap ini, seseorang akan lebih mudah menghadapi perubahan dan tetap relevan di dunia kerja. Tujuan Akhir: Menjadi Lulusan yang Siap Berkarya Tujuan utama dari pendidikan bukan hanya mendapatkan gelar, tetapi menjadi individu yang siap berkontribusi di dunia kerja. Kesiapan tersebut mencakup kemampuan, pengalaman, serta sikap profesional. Mahasiswa dan alumni yang siap adalah mereka yang:

Membangun Kesiapan Karier: Langkah Strategis Mahasiswa dan Alumni Menghadapi Dunia Kerja

Perkembangan dunia kerja saat ini berlangsung sangat cepatsejalan dengan kemajuan teknologi, perubahan tuntutan industri, serta meningkatnya kompetisi global. Keadaaninimengharuskan mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi untuk memiliki persiapan yang matang sebelum terjunke dunia kerja. Tidak hanya cukup mengandalkan pengetahuan akademik, lulusan perguruan tinggi juga harus memiliki keterampilan praktis, pengalaman kerja, dan sikap profesional yang dapatmembantukesuksesan karier mereka. Artikel ini bertujuan menyampaikan gambaran tentangsignifikansi kesiapan mahasiswa dan alumni dalam menghadapi pasar kerja, sekaligus menekankan berbagai langkah strategis yang dapat diambil untuk memperkuat daya saing lulusan di era kontemporer. Kesulitan Lulusan Universitas di Masa Persaingan Ketat Salah satu hambatanutama yang dihadapi oleh sarjana adalah perbedaan antara sektorakademis dan sektor industri. Banyak perusahaan menginginkanpelamar yang memiliki pemahamanteori, pengalaman praktis, dan kemampuan untuk beradaptasi dalam lingkungan kerja yang profesional. Disamping itu, perkembangan teknologi yang pesat membuat berbagai sektor industri memerlukan tenaga kerja yang mampu terus belajar dan beradaptasidengan perubahan zaman. Oleh karena itu, mahasiswa dan alumni diharapkan memiliki caraberpikiryang terbuka serta kesiapan untuk terusmengembangkan keterampilan baru. Kompetisi yang semakin sengit juga mengharuskan lulusan universitas memiliki keunggulan yang membedakan mereka dari pelamarlain. Nilai tambah tersebut bisa berupa pengalaman di organisasi, sertifikasi profesional, keterampilan teknologi, hingga portofolio pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang dikerjakan. Kontribusi Pengalaman Praktis dalam Menyiapkan Karier Pengalaman langsung menjadi salah satu aspekkrusial dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa untukmenghadapi dunia kerja. Program magang, praktek kerja lapangan (PKL), proyek kolaboratif, serta kegiatan penelitian memberikan peluang bagi mahasiswa untuk secara langsung memahami sistem kerja di sebuah organisasi atau perusahaan. Baca Juga : Mahasiswa Teknokrat Laksanakan Magang Mandiri di Bank BSI KC Bandar Lampung Dari pengalaman itu, mahasiswa dapat memahamibanyak hal yang tidak selalu didapatkan di dalam kelas, seperti budaya kerja, etika profesional, komunikasi antar tim, dan pengelolaan tugas serta tanggung jawab. Disamping itu, pengalaman langsung juga berperan dalam meningkatkanrasapercaya diri mahasiswa saat memasuki dunia kerja. Dengan mengetahuikondisi kerja yang sesungguhnya, mahasiswa akan lebih mampu menghadapi beragam tantangan yang mungkin terjadidi lingkungan profesional. Kompetensi yang Diperlukan oleh Sektor Industri Dierapekerjaansaatini,kemampuan yang diperlukan tidak hanya mencakup keterampilan teknis yang relevan dengan bidang pendidikan. Dunia usaha juga mengharuskan lulusan universitas memiliki berbagai kemampuan tambahan yang mendukung efisiensi kerja. Beberapa keterampilan yang kinisangat dicari oleh perusahaan meliputi kemampuan berkomunikasidengan baik, keterampilan analisis kritis, keahlian dalam bekerja sama, serta kemampuan untuk memecahkan masalah secara inovatif. Selain itu, kemampuan literasi digital juga menjadi salah satu keterampilan penting yang wajib dimiliki oleh lulusan di berbagai sektor pekerjaan. Keterampilan mengatur waktu, beradaptasi dengan perubahan, danmempertahankan integritas dalam pekerjaan juga menjadi faktor penting yang sering dipertimbangkan perusahaan saat merekrut karyawan baru. Signifikansi Rencana Karier Sejak Awal Perencanaan karier yang baikadalah langkah krusial bagi mahasiswa sebelum terjunke dunia kerja. Dengan menetapkan tujuan karier yang tegas, mahasiswa dapat lebih berkonsentrasi dalam meningkatkan keterampilan dan pengalaman yang relevan dengan bidang yang ingin merekageluti. Perencanaan karier bisa dimulai dengan mengetahui minat dan kemampuan diri, memahami peluang kerja yang ada, serta mencari pengalaman yang mendukung pengembangan keterampilan. Mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai program pengembangan diri seperti seminar, pelatihan, workshop, dan aktivitas organisasi untuk memperluas wawasan serta jaringan profesional. Bagi lulusan, perencanaan karier tetap merupakan hal yang krusial. Lingkungan kerja yang selaluberubahmemerlukan setiap orang untuk terus mengasahkemampuandan memperluas pengalaman agar tetap sesuai dengan tuntutan industri. Menciptakan Generasi Profesional yang Siap Berkarya Perguruan tinggi berperanvital dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki ilmuakademis, tetapi juga mampu memberikan sumbangan nyata di dunia kerja. Dengan berbagai program pengembangan mahasiswa, seperti magang, pelatihan keterampilan, dan kolaborasi dengan berbagai lembaga serta perusahaan, mahasiswa dapat mendapatkan pengalaman yang menunjangpersiapan karier mereka. Akhirnya, kesiapan untuk memasuki dunia kerja tidak hanya dipengaruhi oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh sikap profesional, keinginan untuk terus belajar, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Dengan persiapan yang baik dan keinginan untuk terus maju, mahasiswa dan alumni diharapkan dapat menjadi generasi profesional yang terampil,kreatif, serta dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan masyarakat dan dunia industri di masa yang akandatang Baca Juga : Mahasiswa Informatika Universitas Teknokrat Indonesia Laksanakan Magang Mandiri di BPKAD

Alumni Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Berkiprah di Perbankan Nasional, Perkuat Keamanan Siber di Era Digital

Bandar Lampung – Kiprah alumni Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) di tingkat nasional kembali menunjukkan prestasi yang membanggakan. Salah satu alumni terbaiknya, Radytia Rifandi, lulusan Program Studi Informatika, kini sukses meniti karier profesional di sektor perbankan nasional, tepatnya di PT Bank Nagari (Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat). Baca Juga: Mahasiswa Antusias Sambut Program Persiapan Karier TCTC Di perusahaan tersebut, Radytia dipercaya menempati posisi strategis pada Unit Kerja Ketahanan dan Keamanan Siber di bawah Divisi Teknologi Digitalisasi. Peran ini menjadi sangat penting di tengah meningkatnya kebutuhan industri perbankan terhadap sistem keamanan digital yang andal guna melindungi data dan transaksi nasabah. Penempatan Radytia di bidang keamanan siber mencerminkan kesesuaian antara kurikulum pendidikan di Universitas Teknokrat Indonesia dengan tuntutan dunia industri, khususnya dalam menghadapi transformasi digital yang semakin pesat. Dalam keterangannya, Radytia mengungkapkan bahwa pengalaman selama menempuh pendidikan di Teknokrat memberikan bekal yang sangat kuat untuk menghadapi dunia kerja. “Lingkungan kampus yang kondusif serta dukungan dosen yang kompeten sangat membantu saya dalam membangun fondasi pengetahuan di bidang teknologi. Apa yang saya pelajari di bangku kuliah sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” ujar Radytia. Ia juga memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa agar dapat memanfaatkan masa kuliah secara maksimal untuk mengembangkan potensi diri. “Jangan ragu menghadapi tantangan. Proses yang dijalani hari ini akan sangat menentukan kesuksesan di masa depan. Gunakan waktu kuliah untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi,” tambahnya. Keberhasilan Radytia ini mendapatkan apresiasi dari Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., yang menyampaikan rasa bangganya terhadap capaian para alumni. “Kami sangat mengapresiasi pencapaian Radytia Rifandi. Ini menjadi bukti bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi di dunia kerja. Kami berharap seluruh alumni dapat terus berkembang, baik sebagai profesional maupun wirausahawan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya. Peran alumni Universitas Teknokrat Indonesia dalam bidang keamanan siber menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ancaman digital di sektor keuangan. Keamanan data dan transaksi menjadi prioritas utama bagi industri perbankan, sehingga membutuhkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi tinggi di bidang teknologi informasi. Keberhasilan Radytia juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kurikulum yang berbasis kebutuhan industri, didukung dengan fasilitas pembelajaran yang modern, menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja. Selain itu, pengalaman belajar yang didukung oleh lingkungan akademik yang kondusif serta kegiatan praktikum yang relevan turut memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional.

Alumni S1 Pendidikan Olahraga Universitas Teknokrat Indonesia Jadi Guru PNS di Mesuji, Bukti Nyata Kualitas Pendidikan Kampus

Bandar Lampung – Keberhasilan lulusan dalam menembus dunia kerja kembali menjadi indikator kuat kualitas pendidikan di Universitas Teknokrat Indonesia. Salah satu capaian membanggakan datang dari Angga Leo Setyawan, alumnus Program Studi S1 Pendidikan Olahraga Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan, yang kini resmi mengemban amanah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau guru PNS di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Mesuji. Baca Juga: LOWONGAN KERJA DIGITALIZATION PROJECT MANAGEMENT OFFICER DI ASTRA INTERNASIONAL Penempatan Angga sebagai tenaga pendidik di wilayah Kabupaten Mesuji menjadi bukti bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor pendidikan. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi langsung bagi masyarakat. Dalam keterangannya, Angga mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan akademiknya di Universitas Teknokrat Indonesia. Ia menilai bahwa lingkungan kampus yang kondusif, didukung fasilitas lengkap serta tenaga pengajar profesional, menjadi faktor penting dalam membentuk kompetensi dirinya sebagai calon pendidik. “Saya sangat bersyukur pernah menempuh pendidikan di Teknokrat. Fasilitas olahraga yang lengkap serta dosen yang kompeten sangat membantu saya dalam mempersiapkan diri menjadi guru profesional,” ujarnya. Lebih lanjut, Angga juga memberikan motivasi kepada lulusan SMA/SMK untuk tidak ragu memilih Program Studi Pendidikan Olahraga di Universitas Teknokrat Indonesia. Menurutnya, kurikulum yang diterapkan telah disusun secara adaptif dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Keberhasilan Angga mendapat apresiasi dari Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Mahathir Muhammad. Ia menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut sebagai bukti bahwa sistem pendidikan di kampus telah berjalan sesuai standar mutu yang tinggi. “Kami sangat bangga atas pencapaian Angga Leo Setyawan. Ini menunjukkan bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi nyata di sektor publik. Kami berharap Angga dapat menjadi guru yang profesional, amanah, serta memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan di daerah,” ungkapnya. Universitas Teknokrat Indonesia sendiri terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi dosen, serta pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan masyarakat. Upaya ini dilakukan guna mempertahankan posisi sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan yang berorientasi pada masa depan mahasiswa. Keberhasilan Angga Leo Setyawan sebagai guru PNS di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Mesuji juga mencerminkan kontribusi nyata Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Melalui lulusan yang terserap sebagai tenaga pendidik profesional, universitas turut berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di daerah, termasuk wilayah Kabupaten Mesuji. Kehadiran guru yang kompeten menjadi kunci dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Selain itu, penyediaan fasilitas pembelajaran yang modern dan lingkungan akademik yang kondusif selama masa studi memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman pendidikan berkualitas. Hal ini pada akhirnya berdampak pada peningkatan akses pendidikan yang inklusif dan merata. Dengan komitmen berkelanjutan dalam mencetak lulusan unggul, Universitas Teknokrat Indonesia terus berperan aktif dalam membangun sektor pendidikan nasional serta menciptakan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. Baca Juga: Panduan Dunia Kerja untuk Mahasiswa dan Alumni

Alumni S1 Manajemen Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung Sukses Berkarier di Bank BNI, Bukti Lulusan Siap Bersaing di Dunia Perbankan

Bandar Lampung – Kualitas lulusan Universitas Teknokrat Indonesia sebagai Kampus Terbaik di Lampung kembali mendapat pengakuan di dunia kerja nasional. Salah satu alumni berprestasi, Delitha Inkia Fristky, berhasil menorehkan karier gemilang di sektor perbankan dengan bergabung di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Tanjung Karang. Baca Juga: Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Jalani Magang Mandiri di Balai Bahasa Provinsi Lampung, Perkuat Kompetensi dan Kesiapan Dunia Kerja Alumni Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut kini dipercaya menempati posisi di bidang Marketing, sebuah peran strategis yang menuntut kemampuan komunikasi, analisis pasar, serta pengelolaan relasi nasabah secara profesional. Menariknya, pencapaian ini diraih Delitha tidak lama setelah ia menyelesaikan studi pada tahun 2023. Delitha memulai perjalanan akademiknya di Universitas Teknokrat Indonesia pada tahun 2020. Selama masa studi, ia dikenal sebagai mahasiswa yang disiplin dan berprestasi, yang dibuktikan dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi sebesar 3,79. Tidak hanya unggul secara akademik, Delitha juga aktif mengembangkan soft skills melalui kegiatan organisasi kemahasiswaan. Ia terlibat dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari, yang membantunya mengasah kepercayaan diri, kerja tim, serta kecerdasan emosional. Menurutnya, keseimbangan antara kemampuan akademik dan pengalaman organisasi menjadi faktor penting dalam membentuk kesiapan menghadapi dunia kerja. “Selama kuliah di Teknokrat, saya tidak hanya mempelajari teori manajemen seperti keuangan dan sumber daya manusia, tetapi juga praktiknya melalui studi kasus dan proyek nyata. Hal ini sangat membantu saya menjadi pribadi yang siap bersaing secara profesional,” ungkap Delitha. Keberhasilan Delitha sekaligus menjawab pertanyaan umum mengenai prospek lulusan Manajemen di dunia kerja, khususnya sektor perbankan. Lulusan Manajemen memiliki kompetensi yang luas, mulai dari pengelolaan keuangan, strategi bisnis, hingga etika profesional yang sangat relevan dengan kebutuhan industri keuangan. Dalam praktiknya, lulusan Manajemen memiliki peluang karier yang beragam di perbankan, seperti customer service, analis kredit, manajemen risiko, back office, hingga posisi marketing yang kini dijalani Delitha. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum berbasis industri yang diterapkan Universitas Teknokrat Indonesia mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja. Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan yang diraih Delitha. Ia menilai pencapaian tersebut merupakan cerminan kualitas pendidikan yang diterapkan di lingkungan kampus. “Kami sangat bangga atas capaian Delitha Inkia Fristky. Semoga kariernya terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor perbankan dan ekonomi,” ujarnya. Ia juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan berani bersaing di dunia profesional. Keberhasilan alumni seperti Delitha semakin memperkuat posisi Universitas Teknokrat Indonesia sebagai perguruan tinggi yang konsisten mencetak sumber daya manusia unggul, adaptif, dan siap kerja. Dengan dukungan fasilitas modern, kurikulum berbasis industri, serta pembinaan karakter mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik dan non-akademik, Teknokrat terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Capaian Delitha juga menjadi bagian dari kontribusi Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya: SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education):Melalui sistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri, kampus mampu mencetak lulusan dengan kompetensi tinggi dan kesiapan kerja yang optimal. SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth):Penyerapan lulusan di sektor formal seperti perbankan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas tenaga kerja profesional di Indonesia. Kisah sukses Delitha Inkia Fristky menjadi bukti nyata bahwa kombinasi antara pendidikan berkualitas, pengalaman organisasi, dan semangat belajar tinggi mampu membuka peluang karier yang luas. Bagi generasi muda yang ingin meraih kesuksesan serupa, Universitas Teknokrat Indonesia membuka peluang melalui sistem pendidikan unggul yang berorientasi masa depan. Mari bergabung bersama “Kampus Sang Juara” dan wujudkan masa depan gemilang di dunia profesional. Baca Juga: Dunia Kerja Itu Beda, Ini Realita yang Perlu Mahasiswa dan Alumni Tahu

Scroll to top
IndonesiaidIndonesiaIndonesia