Dunia Kerja

Mahasiswa Informatika Universitas Teknokrat Indonesia Laksanakan Magang Mandiri di Bappeda Provinsi Lampung

Bandar Lampung – Sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di dunia kerja, mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Teknokrat Indonesia melaksanakan kegiatan magang mandiri di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh tiga mahasiswa, yaitu Hendi Setiawan, Tio Fani Ari Aji Putra, dan Wildan Pratama. Magang mandiri ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum berbasis praktik yang bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam menghadapi dinamika dunia kerja, khususnya di lingkungan instansi pemerintahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan dengan praktik langsung di lapangan. Selama menjalani program magang, para mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas yang mendukung kinerja instansi, di antaranya pengelolaan dan pengolahan data, penyusunan laporan, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Keterlibatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung proses kerja profesional, sistem birokrasi, serta mekanisme perencanaan pembangunan yang terstruktur dan berkelanjutan. Baca Juga : Jangan Lewatkan! Sosialiasi Program Persiapan Karier Bagi Mahasiswa Tingkat Akhir Dalam pelaksanaannya, kegiatan magang ini berada di bawah bimbingan akademik Yusra Fernando, S.Kom., M.Kom yang secara aktif memberikan arahan, evaluasi, serta pendampingan kepada mahasiswa agar kegiatan yang dilaksanakan tetap sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Bimbingan ini juga bertujuan untuk memastikan mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi baik dari aspek teknis maupun non-teknis. Selain meningkatkan kemampuan teknis di bidang informatika, kegiatan magang ini juga berperan penting dalam membentuk sikap profesional mahasiswa, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan komunikasi, serta kerja sama tim. Hal ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif di era digital. Melalui program magang mandiri ini, Universitas Teknokrat Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang baik, tetapi juga memiliki pengalaman praktis, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja dan masyarakat. Baca Juga : Lowongan PKL di Kemendikti Saintek 2025

Siap Go Professional! Mahasiswa Informatika Teknokrat Magang di Bappeda Lampung

Bandar Lampung – Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Teknokrat Indonesia, yaitu Hendi Setiawan, Tio Fani Ari Aji Putra, dan Wildan Pratama, saat ini sedang melaksanakan kegiatan magang mandiri di instansi pemerintahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung. Kegiatan magang ini merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengenal dunia kerja serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan. Baca Juga: Membangun Kesiapan Karier: Langkah Strategis Mahasiswa dan Alumni Menghadapi Dunia Kerja Selama menjalani program magang, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari berbagai proses kerja yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan daerah, pengolahan data, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung kegiatan administrasi dan pelayanan publik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan teknis, keterampilan komunikasi, serta pemahaman mengenai sistem kerja di lingkungan instansi pemerintahan. Kegiatan magang mandiri ini dilaksanakan dengan bimbingan dari dosen pembimbing Yusra Fernando, S.Kom., M.Kom., yang memberikan arahan serta pendampingan selama proses magang berlangsung. Dengan adanya bimbingan tersebut, diharapkan para mahasiswa dapat menjalankan kegiatan magang dengan baik serta memperoleh pengalaman yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi di masa depan. Program magang ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja secara profesional, sekaligus menambah wawasan mengenai praktik kerja nyata di bidang perencanaan pembangunan dan administrasi pemerintahan. Baca Juga: Mahasiswa Teknokrat Laksanakan Magang Mandiri di Bank BSI KC Bandar Lampung

Membangun Kesiapan Karier: Langkah Strategis Mahasiswa dan Alumni Menghadapi Dunia Kerja

Perkembangan dunia kerja saat ini berlangsung sangat cepatsejalan dengan kemajuan teknologi, perubahan tuntutan industri, serta meningkatnya kompetisi global. Keadaaninimengharuskan mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi untuk memiliki persiapan yang matang sebelum terjunke dunia kerja. Tidak hanya cukup mengandalkan pengetahuan akademik, lulusan perguruan tinggi juga harus memiliki keterampilan praktis, pengalaman kerja, dan sikap profesional yang dapatmembantukesuksesan karier mereka. Artikel ini bertujuan menyampaikan gambaran tentangsignifikansi kesiapan mahasiswa dan alumni dalam menghadapi pasar kerja, sekaligus menekankan berbagai langkah strategis yang dapat diambil untuk memperkuat daya saing lulusan di era kontemporer. Kesulitan Lulusan Universitas di Masa Persaingan Ketat Salah satu hambatanutama yang dihadapi oleh sarjana adalah perbedaan antara sektorakademis dan sektor industri. Banyak perusahaan menginginkanpelamar yang memiliki pemahamanteori, pengalaman praktis, dan kemampuan untuk beradaptasi dalam lingkungan kerja yang profesional. Disamping itu, perkembangan teknologi yang pesat membuat berbagai sektor industri memerlukan tenaga kerja yang mampu terus belajar dan beradaptasidengan perubahan zaman. Oleh karena itu, mahasiswa dan alumni diharapkan memiliki caraberpikiryang terbuka serta kesiapan untuk terusmengembangkan keterampilan baru. Kompetisi yang semakin sengit juga mengharuskan lulusan universitas memiliki keunggulan yang membedakan mereka dari pelamarlain. Nilai tambah tersebut bisa berupa pengalaman di organisasi, sertifikasi profesional, keterampilan teknologi, hingga portofolio pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang dikerjakan. Kontribusi Pengalaman Praktis dalam Menyiapkan Karier Pengalaman langsung menjadi salah satu aspekkrusial dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa untukmenghadapi dunia kerja. Program magang, praktek kerja lapangan (PKL), proyek kolaboratif, serta kegiatan penelitian memberikan peluang bagi mahasiswa untuk secara langsung memahami sistem kerja di sebuah organisasi atau perusahaan. Baca Juga : Mahasiswa Teknokrat Laksanakan Magang Mandiri di Bank BSI KC Bandar Lampung Dari pengalaman itu, mahasiswa dapat memahamibanyak hal yang tidak selalu didapatkan di dalam kelas, seperti budaya kerja, etika profesional, komunikasi antar tim, dan pengelolaan tugas serta tanggung jawab. Disamping itu, pengalaman langsung juga berperan dalam meningkatkanrasapercaya diri mahasiswa saat memasuki dunia kerja. Dengan mengetahuikondisi kerja yang sesungguhnya, mahasiswa akan lebih mampu menghadapi beragam tantangan yang mungkin terjadidi lingkungan profesional. Kompetensi yang Diperlukan oleh Sektor Industri Dierapekerjaansaatini,kemampuan yang diperlukan tidak hanya mencakup keterampilan teknis yang relevan dengan bidang pendidikan. Dunia usaha juga mengharuskan lulusan universitas memiliki berbagai kemampuan tambahan yang mendukung efisiensi kerja. Beberapa keterampilan yang kinisangat dicari oleh perusahaan meliputi kemampuan berkomunikasidengan baik, keterampilan analisis kritis, keahlian dalam bekerja sama, serta kemampuan untuk memecahkan masalah secara inovatif. Selain itu, kemampuan literasi digital juga menjadi salah satu keterampilan penting yang wajib dimiliki oleh lulusan di berbagai sektor pekerjaan. Keterampilan mengatur waktu, beradaptasi dengan perubahan, danmempertahankan integritas dalam pekerjaan juga menjadi faktor penting yang sering dipertimbangkan perusahaan saat merekrut karyawan baru. Signifikansi Rencana Karier Sejak Awal Perencanaan karier yang baikadalah langkah krusial bagi mahasiswa sebelum terjunke dunia kerja. Dengan menetapkan tujuan karier yang tegas, mahasiswa dapat lebih berkonsentrasi dalam meningkatkan keterampilan dan pengalaman yang relevan dengan bidang yang ingin merekageluti. Perencanaan karier bisa dimulai dengan mengetahui minat dan kemampuan diri, memahami peluang kerja yang ada, serta mencari pengalaman yang mendukung pengembangan keterampilan. Mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai program pengembangan diri seperti seminar, pelatihan, workshop, dan aktivitas organisasi untuk memperluas wawasan serta jaringan profesional. Bagi lulusan, perencanaan karier tetap merupakan hal yang krusial. Lingkungan kerja yang selaluberubahmemerlukan setiap orang untuk terus mengasahkemampuandan memperluas pengalaman agar tetap sesuai dengan tuntutan industri. Menciptakan Generasi Profesional yang Siap Berkarya Perguruan tinggi berperanvital dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki ilmuakademis, tetapi juga mampu memberikan sumbangan nyata di dunia kerja. Dengan berbagai program pengembangan mahasiswa, seperti magang, pelatihan keterampilan, dan kolaborasi dengan berbagai lembaga serta perusahaan, mahasiswa dapat mendapatkan pengalaman yang menunjangpersiapan karier mereka. Akhirnya, kesiapan untuk memasuki dunia kerja tidak hanya dipengaruhi oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh sikap profesional, keinginan untuk terus belajar, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Dengan persiapan yang baik dan keinginan untuk terus maju, mahasiswa dan alumni diharapkan dapat menjadi generasi profesional yang terampil,kreatif, serta dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan masyarakat dan dunia industri di masa yang akandatang Baca Juga : Mahasiswa Informatika Universitas Teknokrat Indonesia Laksanakan Magang Mandiri di BPKAD

Menyongsong Dunia Kerja: Strategi Mahasiswa dan Alumni Membangun Karier di Era Modern

Perpindahan dari dunia akademikke dunia profesionaladalah salah satu tahapkrusial dalam kehidupan mahasiswa dan lulusan. Masa ini sering kali menjadi momen awal bagi individu untuk memulai karier, meningkatkan potensi diri, danmemberikankontribusiyangsignifikan di dalam masyarakat. Namun, tidak bisadisangkal bahwa langkah memasuki dunia pekerjaanseringkali menghadirkan berbagai rintangan, terutama bagi freshgraduate yang belum memiliki pengalaman kerja yang cukup. Artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang dunia kerja serta mendukung mahasiswa dan alumni dalam mempersiapkan diri secara lebih optimal. Dengan persiapan yang baik, mahasiswa dan alumni akan lebih mudah untuk memperoleh pekerjaan serta dapat berkembang dan beradaptasi di dunia profesional. Lingkungan Kerja yang Selalu Berevolusi Saat ini, dunia kerja tengah mengalami perkembangan yang sangat cepat. Perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan tuntutan industri menyebabkan banyak sektor pekerjaan terus mengalami perubahan. Banyak pekerjaan baru bermunculan seiring dengan kemajuan teknologi digital, sementara beberapa pekerjaan tradisional mulai menyesuaikan diri dengan metode kerja yang lebih modern. Perubahan ini mengharuskan mahasiswa dan alumni untuk memiliki kemampuan belajar yang terus-menerus. Pengetahuan yang didapatkan selama perkuliahan memang merupakan dasar yang signifikan, namun kemampuan untuk terus mengupdate pengetahuan dan keterampilan juga merupakan faktor yang sangat penting. Baca Juga : International Guest Lecture Alert! Mahasiswa dan alumni yang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan serta mengikuti tren terkini akan memiliki kesempatan lebih untuk meraih kesuksesan di lingkungan kerja. Menyusun Persiapan Sejak Masa Perkuliahan Salah satu kesalahan umum adalah menunggu sampai lulus kuliah untuk mulai bersiap menghadapi dunia kerja. Sebenarnya, periode kuliah adalah momen yang sangat ideal untuk mulai menyiapkan diri. Mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai peluang yang ada di lingkungan kampus, seperti menjadi anggota organisasi kemahasiswaan, mengikuti seminar, pelatihan, lomba, atau program magang. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru, namun juga mendukung mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan yang sangat dibutuhkan di dunia profesional. Di samping itu, partisipasi dalam beragamkegiatan di luar kelas juga dapat membantu mahasiswa memahami minat dan kemampuan diri. Memahami bidang yang paling menarik akan memudahkan mahasiswa dalam menentukan jalur karier yang diinginkan setelah lulus. Mengasah Cara Berpikir Profesional Masukke dunia pekerjaan tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga memerlukan mindset profesional. Mahasiswa serta alumni harus mulai mengembangkan sikap disiplin, bertanggung jawab, dan komitmen terhadap pekerjaan yang dijalani. Ditempat kerja, individudiharapkan mampu menyelesaikan pekerjaansesuaitenggat waktu, berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta menghadapi tantangan dengan sikap yang optimis. Oleh karena itu,sangat penting bagi mahasiswa untuk mulai membangunkebiasaan baik sejak masa kuliah, seperti mengelola waktu dengan efisien,mempertahankan integritas, dan menghargai proses belajar. Pola pikir seorang profesional juga mencakup kemampuan untuk menerima masukan dan terus melakukanperbaikan diri. Lingkungan kerja adalaharenapembelajaran yang sangat dinamis, sehingga kemampuan untuk beradaptasi menjadi salah satu kunci utama kesuksesan. Peran Teknologi dalam Mengembangkan Karier Di zaman digital sekarang, teknologi memainkan peran yang sangat penting dalam dunia pekerjaan. Berbagai perusahaan memanfaatkan teknologi guna meningkatkan efisiensi kerja, memperluas cakupan bisnis, dan menciptakan inovasi baru. Mahasiswa dan alumni harusmenggunakan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan diri dan membangun karier. Salah satu metode yang bisa dilakukan adalah dengan membuat portofolio digital yang menunjukkanketerampilan dan pengalaman yang dimiliki. Serta, berbagai platform digital juga bisadigunakan untuk mencari info lowongan kerja, mengikuti pelatihan daring,dan membangun jaringan profesional. Dengan memanfaatkan teknologi secara optimal,kesempatan untuk berkembang di dunia pekerjaan akan semakin luas. Signifikansi Rasa Percaya Diri dan Keinginan untuk Belajar Salah satu hambatanutama bagi lulusan baru adalah kurangnya rasa percaya diri saat memasuki dunia kerja. Situasi ini sering muncul karena mereka merasa kurangberpengalaman dibandingkan dengan karyawan yang lebih senior. Akantetapi,perlu diingat bahwa setiap profesional juga pernah mengalamitahap yang sama saatmenjadi pemula. Apa yang membedakan adalah niat untuk belajar dan kemampuan untuk terus maju. Mahasiswa dan alumni harusberani untuk mencoba, mengambilpelajaran dari pengalaman, serta tidak gentar menghadapi kegagalan. Setiap pengalaman, baik yang sukses maupun yang gagal, akan memberikan pelajaran berharga dalam perjalanan karier individu. Tujuan Utama: Menghasilkan Lulusan yang Siap Bekerja Tujuan utama pendidikan tinggi adalah menghasilkan generasi yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga mampu berkarya dan berkontribusiuntuk masyarakat. Mahasiswa dan alumni diharapkan menggunakanpengetahuan yang telah didapat untuk menciptakan inovasi, menyelesaikan masalah, serta memberikan pengaruh positif di tempat kerja dan masyarakat luas. Dengan persiapan yang baik, pengalaman yang semakin bertambah, serta dorongan untuk terus belajar, mahasiswa dan alumni akan dapat menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja dengan rasa percaya diri yang lebih. Dunia kerja bukanlah penutup dari proses pembelajaran,tetapipermulaan dari perjalanan panjang untuk terus maju, berkontribusi, dan mewujudkan berbagai kesempatan yang ada di masa depan Baca Juga : Bank Citra membuka lowongan pekerjaan bagi Alumni Universitas Teknokrat Indonesias

Alumni Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Berkiprah di Perbankan Nasional, Perkuat Keamanan Siber di Era Digital

Bandar Lampung – Kiprah alumni Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) di tingkat nasional kembali menunjukkan prestasi yang membanggakan. Salah satu alumni terbaiknya, Radytia Rifandi, lulusan Program Studi Informatika, kini sukses meniti karier profesional di sektor perbankan nasional, tepatnya di PT Bank Nagari (Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat). Baca Juga: Mahasiswa Antusias Sambut Program Persiapan Karier TCTC Di perusahaan tersebut, Radytia dipercaya menempati posisi strategis pada Unit Kerja Ketahanan dan Keamanan Siber di bawah Divisi Teknologi Digitalisasi. Peran ini menjadi sangat penting di tengah meningkatnya kebutuhan industri perbankan terhadap sistem keamanan digital yang andal guna melindungi data dan transaksi nasabah. Penempatan Radytia di bidang keamanan siber mencerminkan kesesuaian antara kurikulum pendidikan di Universitas Teknokrat Indonesia dengan tuntutan dunia industri, khususnya dalam menghadapi transformasi digital yang semakin pesat. Dalam keterangannya, Radytia mengungkapkan bahwa pengalaman selama menempuh pendidikan di Teknokrat memberikan bekal yang sangat kuat untuk menghadapi dunia kerja. “Lingkungan kampus yang kondusif serta dukungan dosen yang kompeten sangat membantu saya dalam membangun fondasi pengetahuan di bidang teknologi. Apa yang saya pelajari di bangku kuliah sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” ujar Radytia. Ia juga memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa agar dapat memanfaatkan masa kuliah secara maksimal untuk mengembangkan potensi diri. “Jangan ragu menghadapi tantangan. Proses yang dijalani hari ini akan sangat menentukan kesuksesan di masa depan. Gunakan waktu kuliah untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi,” tambahnya. Keberhasilan Radytia ini mendapatkan apresiasi dari Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., yang menyampaikan rasa bangganya terhadap capaian para alumni. “Kami sangat mengapresiasi pencapaian Radytia Rifandi. Ini menjadi bukti bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi di dunia kerja. Kami berharap seluruh alumni dapat terus berkembang, baik sebagai profesional maupun wirausahawan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya. Peran alumni Universitas Teknokrat Indonesia dalam bidang keamanan siber menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ancaman digital di sektor keuangan. Keamanan data dan transaksi menjadi prioritas utama bagi industri perbankan, sehingga membutuhkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi tinggi di bidang teknologi informasi. Keberhasilan Radytia juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kurikulum yang berbasis kebutuhan industri, didukung dengan fasilitas pembelajaran yang modern, menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja. Selain itu, pengalaman belajar yang didukung oleh lingkungan akademik yang kondusif serta kegiatan praktikum yang relevan turut memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional.

Alumni S1 Pendidikan Olahraga Universitas Teknokrat Indonesia Jadi Guru PNS di Mesuji, Bukti Nyata Kualitas Pendidikan Kampus

Bandar Lampung – Keberhasilan lulusan dalam menembus dunia kerja kembali menjadi indikator kuat kualitas pendidikan di Universitas Teknokrat Indonesia. Salah satu capaian membanggakan datang dari Angga Leo Setyawan, alumnus Program Studi S1 Pendidikan Olahraga Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan, yang kini resmi mengemban amanah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau guru PNS di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Mesuji. Baca Juga: LOWONGAN KERJA DIGITALIZATION PROJECT MANAGEMENT OFFICER DI ASTRA INTERNASIONAL Penempatan Angga sebagai tenaga pendidik di wilayah Kabupaten Mesuji menjadi bukti bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor pendidikan. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi langsung bagi masyarakat. Dalam keterangannya, Angga mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan akademiknya di Universitas Teknokrat Indonesia. Ia menilai bahwa lingkungan kampus yang kondusif, didukung fasilitas lengkap serta tenaga pengajar profesional, menjadi faktor penting dalam membentuk kompetensi dirinya sebagai calon pendidik. “Saya sangat bersyukur pernah menempuh pendidikan di Teknokrat. Fasilitas olahraga yang lengkap serta dosen yang kompeten sangat membantu saya dalam mempersiapkan diri menjadi guru profesional,” ujarnya. Lebih lanjut, Angga juga memberikan motivasi kepada lulusan SMA/SMK untuk tidak ragu memilih Program Studi Pendidikan Olahraga di Universitas Teknokrat Indonesia. Menurutnya, kurikulum yang diterapkan telah disusun secara adaptif dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Keberhasilan Angga mendapat apresiasi dari Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Mahathir Muhammad. Ia menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut sebagai bukti bahwa sistem pendidikan di kampus telah berjalan sesuai standar mutu yang tinggi. “Kami sangat bangga atas pencapaian Angga Leo Setyawan. Ini menunjukkan bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi nyata di sektor publik. Kami berharap Angga dapat menjadi guru yang profesional, amanah, serta memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan di daerah,” ungkapnya. Universitas Teknokrat Indonesia sendiri terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi dosen, serta pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan masyarakat. Upaya ini dilakukan guna mempertahankan posisi sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan yang berorientasi pada masa depan mahasiswa. Keberhasilan Angga Leo Setyawan sebagai guru PNS di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Mesuji juga mencerminkan kontribusi nyata Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Melalui lulusan yang terserap sebagai tenaga pendidik profesional, universitas turut berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di daerah, termasuk wilayah Kabupaten Mesuji. Kehadiran guru yang kompeten menjadi kunci dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Selain itu, penyediaan fasilitas pembelajaran yang modern dan lingkungan akademik yang kondusif selama masa studi memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman pendidikan berkualitas. Hal ini pada akhirnya berdampak pada peningkatan akses pendidikan yang inklusif dan merata. Dengan komitmen berkelanjutan dalam mencetak lulusan unggul, Universitas Teknokrat Indonesia terus berperan aktif dalam membangun sektor pendidikan nasional serta menciptakan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. Baca Juga: Panduan Dunia Kerja untuk Mahasiswa dan Alumni

Alumni S1 Manajemen Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung Sukses Berkarier di Bank BNI, Bukti Lulusan Siap Bersaing di Dunia Perbankan

Bandar Lampung – Kualitas lulusan Universitas Teknokrat Indonesia sebagai Kampus Terbaik di Lampung kembali mendapat pengakuan di dunia kerja nasional. Salah satu alumni berprestasi, Delitha Inkia Fristky, berhasil menorehkan karier gemilang di sektor perbankan dengan bergabung di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Tanjung Karang. Baca Juga: Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Jalani Magang Mandiri di Balai Bahasa Provinsi Lampung, Perkuat Kompetensi dan Kesiapan Dunia Kerja Alumni Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut kini dipercaya menempati posisi di bidang Marketing, sebuah peran strategis yang menuntut kemampuan komunikasi, analisis pasar, serta pengelolaan relasi nasabah secara profesional. Menariknya, pencapaian ini diraih Delitha tidak lama setelah ia menyelesaikan studi pada tahun 2023. Delitha memulai perjalanan akademiknya di Universitas Teknokrat Indonesia pada tahun 2020. Selama masa studi, ia dikenal sebagai mahasiswa yang disiplin dan berprestasi, yang dibuktikan dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi sebesar 3,79. Tidak hanya unggul secara akademik, Delitha juga aktif mengembangkan soft skills melalui kegiatan organisasi kemahasiswaan. Ia terlibat dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari, yang membantunya mengasah kepercayaan diri, kerja tim, serta kecerdasan emosional. Menurutnya, keseimbangan antara kemampuan akademik dan pengalaman organisasi menjadi faktor penting dalam membentuk kesiapan menghadapi dunia kerja. “Selama kuliah di Teknokrat, saya tidak hanya mempelajari teori manajemen seperti keuangan dan sumber daya manusia, tetapi juga praktiknya melalui studi kasus dan proyek nyata. Hal ini sangat membantu saya menjadi pribadi yang siap bersaing secara profesional,” ungkap Delitha. Keberhasilan Delitha sekaligus menjawab pertanyaan umum mengenai prospek lulusan Manajemen di dunia kerja, khususnya sektor perbankan. Lulusan Manajemen memiliki kompetensi yang luas, mulai dari pengelolaan keuangan, strategi bisnis, hingga etika profesional yang sangat relevan dengan kebutuhan industri keuangan. Dalam praktiknya, lulusan Manajemen memiliki peluang karier yang beragam di perbankan, seperti customer service, analis kredit, manajemen risiko, back office, hingga posisi marketing yang kini dijalani Delitha. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum berbasis industri yang diterapkan Universitas Teknokrat Indonesia mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja. Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan yang diraih Delitha. Ia menilai pencapaian tersebut merupakan cerminan kualitas pendidikan yang diterapkan di lingkungan kampus. “Kami sangat bangga atas capaian Delitha Inkia Fristky. Semoga kariernya terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor perbankan dan ekonomi,” ujarnya. Ia juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan berani bersaing di dunia profesional. Keberhasilan alumni seperti Delitha semakin memperkuat posisi Universitas Teknokrat Indonesia sebagai perguruan tinggi yang konsisten mencetak sumber daya manusia unggul, adaptif, dan siap kerja. Dengan dukungan fasilitas modern, kurikulum berbasis industri, serta pembinaan karakter mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik dan non-akademik, Teknokrat terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Capaian Delitha juga menjadi bagian dari kontribusi Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya: SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education):Melalui sistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri, kampus mampu mencetak lulusan dengan kompetensi tinggi dan kesiapan kerja yang optimal. SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth):Penyerapan lulusan di sektor formal seperti perbankan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas tenaga kerja profesional di Indonesia. Kisah sukses Delitha Inkia Fristky menjadi bukti nyata bahwa kombinasi antara pendidikan berkualitas, pengalaman organisasi, dan semangat belajar tinggi mampu membuka peluang karier yang luas. Bagi generasi muda yang ingin meraih kesuksesan serupa, Universitas Teknokrat Indonesia membuka peluang melalui sistem pendidikan unggul yang berorientasi masa depan. Mari bergabung bersama “Kampus Sang Juara” dan wujudkan masa depan gemilang di dunia profesional. Baca Juga: Dunia Kerja Itu Beda, Ini Realita yang Perlu Mahasiswa dan Alumni Tahu

Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Jalani Magang Mandiri di Balai Bahasa Provinsi Lampung, Perkuat Kompetensi dan Kesiapan Dunia Kerja

Bandar Lampung – Mahasiswa di Universitas Teknokrat Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan menghadapi dunia kerja dengan melaksanakan program magang mandiri di Balai Bahasa Provinsi Lampung. Kegiatan ini adalah bagian dari pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman (experiential learning) yang mendorong mahasiswa untuk langsung terlibat dalam dunia profesional sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari. Adapun mahasiswa yang mengikuti program magang mandiri ini terdiri dari: Program magang mandiri ini menawarkan peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata, terutama di bidang kebahasaan, pengelolaan dokumen, dan kegiatan pendukung literasi yang menjadi prioritas utama Balai Bahasa Provinsi Lampung. Sepanjang kegiatan itu, mahasiswa berpartisipasi secara aktif dalam beragam tugas, mulai dari analisis dan pengolahan data kebahasaan, penyusunan laporan administratif, hingga ikut serta dalam program pengembangan dan pelestarian bahasa yang diadakan oleh lembaga. Baca Juga: Mahasiswa Teknokrat Magang Mandiri di Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Selain memperbaiki kemampuan teknis (hard skills), program magang ini juga memiliki peran krusial dalam mengembangkan keterampilan non-teknis (soft skills), seperti komunikasi, kerja sama tim, manajemen waktu, serta etika profesional di tempat kerja. Interaksi langsung dengan para profesional dan ahli di Balai Bahasa juga memberikan pemahaman baru tentang dinamika serta tuntutan nyata di dunia kerja. Selama pelaksanaan, mahasiswa menerima bimbingan akademik dari dosen pembimbing, Dr. Jafar Fakhrurozi, S.Pd., M.Hum., yang secara terus-menerus memberikan arahan, pemantauan, dan evaluasi terhadap kemajuan mahasiswa selama mengikuti program magang. Bimbingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa aktivitas yang dilakukan tetap sejalan dengan hasil pembelajaran dan memberikan nilai lebih untuk pengembangan kemampuan mahasiswa. Program magang mandiri ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara dunia pendidikan dan dunia kerja, sehingga mahasiswa tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga siap bersaing secara profesional. Dengan pengalaman ini, mahasiswa diharapkan lebih siap secara matang, baik dalam pengetahuan, keterampilan, maupun sikap, dalam menghadapi tantangan di dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia tetap berkomitmen dalam mendukung peningkatan kualitas mahasiswa melalui berbagai program yang sesuai dengan kebutuhan industri dan lembaga, serta memperkuat kolaborasi antara pendidikan dan dunia kerja. Baca Juga: AWAS TERTIPU! Ini Tips & Trik Mencari Lowongan Kerja Aman di Internet

Mahasiswa Teknokrat Magang Mandiri di Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri

Bandar Lampung – Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja melalui kegiatan magang mandiri. Salah satu mahasiswa saat ini tengah melaksanakan program magang di Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengalaman serta keterampilan profesional di lingkungan kerja nyata. Baca Juga: Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia PKL di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Lampung Kegiatan magang ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing Aditia Yudhistira, S.Kom., M.Kom. yang secara aktif memberikan arahan serta pendampingan selama proses pelaksanaan magang berlangsung. Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teori yang telah diperoleh di perkuliahan, tetapi juga menerapkannya secara langsung dalam berbagai aktivitas kerja di instansi tersebut. Program magang mandiri ini juga diikuti oleh dua mahasiswa yaitu Muhammad Ridho Rizky Alfatih dan Muhammad Roif Imam Aflah yang turut berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai tugas dan proyek yang diberikan oleh pihak instansi. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta memahami budaya kerja profesional yang ada di dunia industri. Dengan adanya program magang ini, Universitas Teknokrat Indonesia melalui TCTC terus mendorong mahasiswanya untuk aktif mencari pengalaman di dunia kerja sejak dini. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi serta kesiapan mereka untuk bersaing di dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Baca Juga: Dunia Kerja Itu Beda, Ini Realita yang Perlu Mahasiswa dan Alumni Tahu

Dunia Kerja Itu Beda, Ini Realita yang Perlu Mahasiswa dan Alumni Tahu

Banyak mahasiswa membayangkan dunia kerja sebagai tempat yang penuh suasana formal, tugas yang jelas, dan rutinitas yang sama setiap hari. Kenyataannya, dunia kerja jauh lebih dinamis dan sering kali berbeda dari ekspektasi saat masih duduk di bangku kuliah. Bagi mahasiswa tingkat akhir maupun alumni yang baru lulus, memahami realita ini penting supaya tidak mudah kaget ketika benar-benar terjun ke lingkungan profesional. Nilai Bagus Belum Tentu Jadi Penentu Saat kuliah, nilai sering menjadi fokus utama. Namun ketika masuk dunia kerja, perusahaan tidak hanya melihat angka di transkrip. Yang lebih dilihat adalah bagaimana kamu menyelesaikan masalah, berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan menghadapi tekanan. Bahkan saat ini kemampuan seperti adaptasi, manajemen emosi, dan penggunaan tools digital menjadi poin penting bagi fresh graduate. Jadi, kalau selama ini kamu merasa biasa saja soal IPK, jangan langsung minder. Pengalaman, skill, dan attitude sering kali punya pengaruh yang lebih besar. Dunia Kerja Tidak Selalu Sesuai Jurusan Ini salah satu realita yang paling sering terjadi. Banyak alumni akhirnya bekerja di bidang yang tidak sepenuhnya sesuai dengan jurusan kuliah. Dan itu bukan hal buruk. Justru saat ini banyak perusahaan lebih fokus pada kemampuan yang bisa dipindahkan ke banyak bidang, seperti komunikasi, analisis, leadership, administrasi, desain, pemasaran, atau teknologi digital. Yang penting bukan “sesuai jurusan”, tetapi apakah kamu bisa belajar cepat dan memberi hasil yang baik. Tidak Semua Hal Akan Diajarkan Kalau di kampus ada dosen yang menjelaskan langkah demi langkah, di dunia kerja sering kali kamu dituntut untuk belajar mandiri. Atasan mungkin memberi target, tetapi cara mencapainya harus kamu cari sendiri. Di sinilah inisiatif dan rasa ingin tahu sangat dibutuhkan. Mahasiswa dan alumni perlu membiasakan diri untuk: Soft Skill Lebih Terasa Penting Banyak orang baru sadar bahwa dunia kerja bukan cuma soal pintar, tetapi juga soal cara membawa diri. Contohnya: Kemampuan seperti ini sering menjadi pembeda antara orang yang cepat berkembang dan yang sulit naik level. Karier Itu Tidak Harus Cepat Sering kali alumni merasa tertinggal ketika melihat teman sudah bekerja di perusahaan besar. Padahal karier bukan perlombaan siapa paling cepat. Ada yang langsung mendapat pekerjaan impian, ada yang memulai dari magang, ada juga yang baru menemukan jalurnya setelah beberapa kali pindah bidang. Yang penting adalah terus berkembang. Dunia kerja saat ini justru menghargai orang yang mau belajar, punya mental kuat, dan konsisten meningkatkan kualitas diri. () Penutup Mahasiswa dan alumni tidak perlu takut menghadapi dunia kerja, tetapi perlu memahami bahwa realitanya memang berbeda dengan kehidupan kampus. Semakin cepat memahami pola kerja profesional, semakin mudah juga untuk beradaptasi. Fokuslah pada perkembangan diri, bukan hanya hasil instan. Karier yang baik bukan selalu yang paling cepat, tetapi yang paling bertumbuh.

Scroll to top
IndonesiaidIndonesiaIndonesia