Work World

Informative Student University of February of Indonesia Permanently Self-Interns in the Lampung Province

The Lap Banker - as an effort to improve the quality of the superior human capital and ready to compete in the workforce, student of the Information Studies Program for the University of Teknokrat Indonesia conducted an independent internship in the Lat Province Development Planning Institute. This event was followed by three students, which is Hendi Sesesisa, Tio Fani Ari Aji's son, and Wildan Private. This independent internship is part of an implementation of a practice-based curriculum that aims to give students a real experience in the face of business dynamics, especially in the environment of government agencies. Through these activities, students are expected to be able to integrate the science that has been obtained during the course with direct practice in the field. During the training program, students were involved in various activities supporting the performance of the agency, including the management and data processing, drafting reports, as well as the utilization of information technology in the process of building the area. This engagement gives students a chance to understand live professional working processes, bureaucratic systems, and structured and sustainable development planning mechanisms. Read also: Do not miss! The socialisation of Career Preparation Program for the Student of the Final Grade In action, this internship is under the tutoring of Yura Fernando, S.Kom., M.Kom which actively leads, evaluations, as well as enablers to students in order to keep the work in order for the study to continue.

Go Professional! An informatical student of the Teknocrat Interned in Bapalut

Children of Lampung - Students of the Information Studies of Indonesia University of Teknokrat, Hendi Sesesisa, Tio Fani Ari Aji Son, and Wildan Private, are currently conducting self-training activities in the government administration of the Regional Development Department. This internship is one of the forms of the implementation of learning that aims to give students a direct experience of knowing the work world and implementing the science that has been studied during the course. Read also: Build career readiness: Strategic Steps Students and Alumni Facing the World of Work During undergoing internship programs, students get a chance to study various jobs related to development plans, data processing, and utilization of information technology in support of public services and administration. Through these activities, students can increase technical skills, communication skills, and understanding about working systems in government agencies. This independent internship was conducted with the guidance of Yura Fernando's mentor, S.Kom., M.Kom., who led and mentored during the internship. With that guidance, it is expected that students can do well as interns and get useful experiences for future competence development. This internship program is expected to be a means for students to prepare themselves for professional work, once in a while.

Career readiness: Strategic Steps for Students and Alumni Facing the Workers · Global Voices

Perkembangan dunia kerja saat ini berlangsung sangat cepatsejalan dengan kemajuan teknologi, perubahan tuntutan industri, serta meningkatnya kompetisi global. Keadaaninimengharuskan mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi untuk memiliki persiapan yang matang sebelum terjunke dunia kerja. Tidak hanya cukup mengandalkan pengetahuan akademik, lulusan perguruan tinggi juga harus memiliki keterampilan praktis, pengalaman kerja, dan sikap profesional yang dapatmembantukesuksesan karier mereka. Artikel ini bertujuan menyampaikan gambaran tentangsignifikansi kesiapan mahasiswa dan alumni dalam menghadapi pasar kerja, sekaligus menekankan berbagai langkah strategis yang dapat diambil untuk memperkuat daya saing lulusan di era kontemporer. Kesulitan Lulusan Universitas di Masa Persaingan Ketat Salah satu hambatanutama yang dihadapi oleh sarjana adalah perbedaan antara sektorakademis dan sektor industri. Banyak perusahaan menginginkanpelamar yang memiliki pemahamanteori, pengalaman praktis, dan kemampuan untuk beradaptasi dalam lingkungan kerja yang profesional. Disamping itu, perkembangan teknologi yang pesat membuat berbagai sektor industri memerlukan tenaga kerja yang mampu terus belajar dan beradaptasidengan perubahan zaman. Oleh karena itu, mahasiswa dan alumni diharapkan memiliki caraberpikiryang terbuka serta kesiapan untuk terusmengembangkan keterampilan baru. Kompetisi yang semakin sengit juga mengharuskan lulusan universitas memiliki keunggulan yang membedakan mereka dari pelamarlain. Nilai tambah tersebut bisa berupa pengalaman di organisasi, sertifikasi profesional, keterampilan teknologi, hingga portofolio pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang dikerjakan. Kontribusi Pengalaman Praktis dalam Menyiapkan Karier Pengalaman langsung menjadi salah satu aspekkrusial dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa untukmenghadapi dunia kerja. Program magang, praktek kerja lapangan (PKL), proyek kolaboratif, serta kegiatan penelitian memberikan peluang bagi mahasiswa untuk secara langsung memahami sistem kerja di sebuah organisasi atau perusahaan. Baca Juga : Mahasiswa Teknokrat Laksanakan Magang Mandiri di Bank BSI KC Bandar Lampung Dari pengalaman itu, mahasiswa dapat memahamibanyak hal yang tidak selalu didapatkan di dalam kelas, seperti budaya kerja, etika profesional, komunikasi antar tim, dan pengelolaan tugas serta tanggung jawab. Disamping itu, pengalaman langsung juga berperan dalam meningkatkanrasapercaya diri mahasiswa saat memasuki dunia kerja. Dengan mengetahuikondisi kerja yang sesungguhnya, mahasiswa akan lebih mampu menghadapi beragam tantangan yang mungkin terjadidi lingkungan profesional. Kompetensi yang Diperlukan oleh Sektor Industri Dierapekerjaansaatini,kemampuan yang diperlukan tidak hanya mencakup keterampilan teknis yang relevan dengan bidang pendidikan. Dunia usaha juga mengharuskan lulusan universitas memiliki berbagai kemampuan tambahan yang mendukung efisiensi kerja. Beberapa keterampilan yang kinisangat dicari oleh perusahaan meliputi kemampuan berkomunikasidengan baik, keterampilan analisis kritis, keahlian dalam bekerja sama, serta kemampuan untuk memecahkan masalah secara inovatif. Selain itu, kemampuan literasi digital juga menjadi salah satu keterampilan penting yang wajib dimiliki oleh lulusan di berbagai sektor pekerjaan. Keterampilan mengatur waktu, beradaptasi dengan perubahan, danmempertahankan integritas dalam pekerjaan juga menjadi faktor penting yang sering dipertimbangkan perusahaan saat merekrut karyawan baru. Signifikansi Rencana Karier Sejak Awal Perencanaan karier yang baikadalah langkah krusial bagi mahasiswa sebelum terjunke dunia kerja. Dengan menetapkan tujuan karier yang tegas, mahasiswa dapat lebih berkonsentrasi dalam meningkatkan keterampilan dan pengalaman yang relevan dengan bidang yang ingin merekageluti. Perencanaan karier bisa dimulai dengan mengetahui minat dan kemampuan diri, memahami peluang kerja yang ada, serta mencari pengalaman yang mendukung pengembangan keterampilan. Mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai program pengembangan diri seperti seminar, pelatihan, workshop, dan aktivitas organisasi untuk memperluas wawasan serta jaringan profesional. Bagi lulusan, perencanaan karier tetap merupakan hal yang krusial. Lingkungan kerja yang selaluberubahmemerlukan setiap orang untuk terus mengasahkemampuandan memperluas pengalaman agar tetap sesuai dengan tuntutan industri. Menciptakan Generasi Profesional yang Siap Berkarya Perguruan tinggi berperanvital dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki ilmuakademis, tetapi juga mampu memberikan sumbangan nyata di dunia kerja. Dengan berbagai program pengembangan mahasiswa, seperti magang, pelatihan keterampilan, dan kolaborasi dengan berbagai lembaga serta perusahaan, mahasiswa dapat mendapatkan pengalaman yang menunjangpersiapan karier mereka. Akhirnya, kesiapan untuk memasuki dunia kerja tidak hanya dipengaruhi oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh sikap profesional, keinginan untuk terus belajar, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Dengan persiapan yang baik dan keinginan untuk terus maju, mahasiswa dan alumni diharapkan dapat menjadi generasi profesional yang terampil,kreatif, serta dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan masyarakat dan dunia industri di masa yang akandatang Baca Juga : Mahasiswa Informatika Universitas Teknokrat Indonesia Laksanakan Magang Mandiri di BPKAD

Reaching Work World: Students and Alumni Strategy Build Career in the Modern Era · Global Voices

Perpindahan dari dunia akademikke dunia profesionaladalah salah satu tahapkrusial dalam kehidupan mahasiswa dan lulusan. Masa ini sering kali menjadi momen awal bagi individu untuk memulai karier, meningkatkan potensi diri, danmemberikankontribusiyangsignifikan di dalam masyarakat. Namun, tidak bisadisangkal bahwa langkah memasuki dunia pekerjaanseringkali menghadirkan berbagai rintangan, terutama bagi freshgraduate yang belum memiliki pengalaman kerja yang cukup. Artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang dunia kerja serta mendukung mahasiswa dan alumni dalam mempersiapkan diri secara lebih optimal. Dengan persiapan yang baik, mahasiswa dan alumni akan lebih mudah untuk memperoleh pekerjaan serta dapat berkembang dan beradaptasi di dunia profesional. Lingkungan Kerja yang Selalu Berevolusi Saat ini, dunia kerja tengah mengalami perkembangan yang sangat cepat. Perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan tuntutan industri menyebabkan banyak sektor pekerjaan terus mengalami perubahan. Banyak pekerjaan baru bermunculan seiring dengan kemajuan teknologi digital, sementara beberapa pekerjaan tradisional mulai menyesuaikan diri dengan metode kerja yang lebih modern. Perubahan ini mengharuskan mahasiswa dan alumni untuk memiliki kemampuan belajar yang terus-menerus. Pengetahuan yang didapatkan selama perkuliahan memang merupakan dasar yang signifikan, namun kemampuan untuk terus mengupdate pengetahuan dan keterampilan juga merupakan faktor yang sangat penting. Baca Juga : International Guest Lecture Alert! Mahasiswa dan alumni yang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan serta mengikuti tren terkini akan memiliki kesempatan lebih untuk meraih kesuksesan di lingkungan kerja. Menyusun Persiapan Sejak Masa Perkuliahan Salah satu kesalahan umum adalah menunggu sampai lulus kuliah untuk mulai bersiap menghadapi dunia kerja. Sebenarnya, periode kuliah adalah momen yang sangat ideal untuk mulai menyiapkan diri. Mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai peluang yang ada di lingkungan kampus, seperti menjadi anggota organisasi kemahasiswaan, mengikuti seminar, pelatihan, lomba, atau program magang. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru, namun juga mendukung mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan yang sangat dibutuhkan di dunia profesional. Di samping itu, partisipasi dalam beragamkegiatan di luar kelas juga dapat membantu mahasiswa memahami minat dan kemampuan diri. Memahami bidang yang paling menarik akan memudahkan mahasiswa dalam menentukan jalur karier yang diinginkan setelah lulus. Mengasah Cara Berpikir Profesional Masukke dunia pekerjaan tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga memerlukan mindset profesional. Mahasiswa serta alumni harus mulai mengembangkan sikap disiplin, bertanggung jawab, dan komitmen terhadap pekerjaan yang dijalani. Ditempat kerja, individudiharapkan mampu menyelesaikan pekerjaansesuaitenggat waktu, berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta menghadapi tantangan dengan sikap yang optimis. Oleh karena itu,sangat penting bagi mahasiswa untuk mulai membangunkebiasaan baik sejak masa kuliah, seperti mengelola waktu dengan efisien,mempertahankan integritas, dan menghargai proses belajar. Pola pikir seorang profesional juga mencakup kemampuan untuk menerima masukan dan terus melakukanperbaikan diri. Lingkungan kerja adalaharenapembelajaran yang sangat dinamis, sehingga kemampuan untuk beradaptasi menjadi salah satu kunci utama kesuksesan. Peran Teknologi dalam Mengembangkan Karier Di zaman digital sekarang, teknologi memainkan peran yang sangat penting dalam dunia pekerjaan. Berbagai perusahaan memanfaatkan teknologi guna meningkatkan efisiensi kerja, memperluas cakupan bisnis, dan menciptakan inovasi baru. Mahasiswa dan alumni harusmenggunakan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan diri dan membangun karier. Salah satu metode yang bisa dilakukan adalah dengan membuat portofolio digital yang menunjukkanketerampilan dan pengalaman yang dimiliki. Serta, berbagai platform digital juga bisadigunakan untuk mencari info lowongan kerja, mengikuti pelatihan daring,dan membangun jaringan profesional. Dengan memanfaatkan teknologi secara optimal,kesempatan untuk berkembang di dunia pekerjaan akan semakin luas. Signifikansi Rasa Percaya Diri dan Keinginan untuk Belajar Salah satu hambatanutama bagi lulusan baru adalah kurangnya rasa percaya diri saat memasuki dunia kerja. Situasi ini sering muncul karena mereka merasa kurangberpengalaman dibandingkan dengan karyawan yang lebih senior. Akantetapi,perlu diingat bahwa setiap profesional juga pernah mengalamitahap yang sama saatmenjadi pemula. Apa yang membedakan adalah niat untuk belajar dan kemampuan untuk terus maju. Mahasiswa dan alumni harusberani untuk mencoba, mengambilpelajaran dari pengalaman, serta tidak gentar menghadapi kegagalan. Setiap pengalaman, baik yang sukses maupun yang gagal, akan memberikan pelajaran berharga dalam perjalanan karier individu. Tujuan Utama: Menghasilkan Lulusan yang Siap Bekerja Tujuan utama pendidikan tinggi adalah menghasilkan generasi yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga mampu berkarya dan berkontribusiuntuk masyarakat. Mahasiswa dan alumni diharapkan menggunakanpengetahuan yang telah didapat untuk menciptakan inovasi, menyelesaikan masalah, serta memberikan pengaruh positif di tempat kerja dan masyarakat luas. Dengan persiapan yang baik, pengalaman yang semakin bertambah, serta dorongan untuk terus belajar, mahasiswa dan alumni akan dapat menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja dengan rasa percaya diri yang lebih. Dunia kerja bukanlah penutup dari proses pembelajaran,tetapipermulaan dari perjalanan panjang untuk terus maju, berkontribusi, dan mewujudkan berbagai kesempatan yang ada di masa depan Baca Juga : Bank Citra membuka lowongan pekerjaan bagi Alumni Universitas Teknokrat Indonesias

The alumni University of Indonesian Teoukrat College Best College in the Monitoring Lands at National Banking, Enhanced Cyber Security in the Digital Era.

The Lap Banker - Kiyalumni University of the Indonesian Teknocrat (UTI) at the national level again showed a proud achievement. One of his best alumni, Radytia Rifandi, a graduate of the Information Studies program, is now a successful professional career in the national banking sector, especially at the Nafari Bank P.T. Also read: Student Antusias Sambuh TCTC Career Preparation Program at the company, Radytia is believed to occupy a strategic position at the Defense and Security Unit at the underside of Digital Technology Division. This role became very important in the midst of the increased banking industry's need for digital security systems to protect data and transaction customers. Radytia's placement in cybersecurity reflects the compatibility between education curriculum at the Indonesian University of Teknokrat with industrial demands, especially in the face of increasing digital transformation. In his statement, Radytia revealed that the experience during the course of education at Teknokrat was providing a very powerful provision to deal with the workforce. "The conducive campus environment and the support of competent professors helped me to build the foundation of technology. What I learned in college is very relevant to the needs of industry today," Radytia. He also sends a motivational message to students to be able to tap into the college's maximum to develop potential. "Feel free to face the challenge. A process to take today.

The Alumni S1 Sports Education University of Teknocrat Indonesia So the civil rights teacher at Mesuji, proof of the real quality of college education

The Lampung Banker - the success of graduates in penetrating the working world is a strong indicator of the quality of education at the University of the Indonesian Teknowrat. One of the proud achievements came from Angga Leo Setnant, alumni S1 Sports Studies Studies of Literature and Education, which is now officially the father of civil society (ASN) or the P.R. teacher of Madrassa Ipoliya Country 1 Mesuji. Read also: LOWONGAN WORK DIGITALIZATION PROJECT MANAGEMENT OFFICER IN ASTRA INTERNATIONAL placement as a power educator in Mesuji County area is proof that the graduate of the University of Teknokrat Indonesia has a relative competence in the work sector, especially in the education sector. This success at the same time emphasized the role of college in printing superior human resources that could contribute directly to society. In his statement, Anga expressed gratitude for his academic journey to the University of the Indonesian Teknowrat. He's judging that a conducive campus environment, supported by a complete and professional teaching facility, became an important factor in forming his competence as an educator candidate. "I am very grateful to have studied at Teknowrat. The complete sports facility and competent lecturer helped me in preparing to be a professional teacher, Furthermore, Angga also motivated high school / SMK graduates not to hesitate to select the Sports Education Studies Program at the University of Teknowrat Indonesia. According to him, the edited curriculum

The Alumni S1 College's Best Technology Management Laboratory Career at the BNI Bank, Evidence of Graduation ready to be Compelled in Banking World

Bandar Lampung – Kualitas lulusan Universitas Teknokrat Indonesia sebagai Kampus Terbaik di Lampung kembali mendapat pengakuan di dunia kerja nasional. Salah satu alumni berprestasi, Delitha Inkia Fristky, berhasil menorehkan karier gemilang di sektor perbankan dengan bergabung di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Tanjung Karang. Baca Juga: Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Jalani Magang Mandiri di Balai Bahasa Provinsi Lampung, Perkuat Kompetensi dan Kesiapan Dunia Kerja Alumni Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut kini dipercaya menempati posisi di bidang Marketing, sebuah peran strategis yang menuntut kemampuan komunikasi, analisis pasar, serta pengelolaan relasi nasabah secara profesional. Menariknya, pencapaian ini diraih Delitha tidak lama setelah ia menyelesaikan studi pada tahun 2023. Delitha memulai perjalanan akademiknya di Universitas Teknokrat Indonesia pada tahun 2020. Selama masa studi, ia dikenal sebagai mahasiswa yang disiplin dan berprestasi, yang dibuktikan dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi sebesar 3,79. Tidak hanya unggul secara akademik, Delitha juga aktif mengembangkan soft skills melalui kegiatan organisasi kemahasiswaan. Ia terlibat dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari, yang membantunya mengasah kepercayaan diri, kerja tim, serta kecerdasan emosional. Menurutnya, keseimbangan antara kemampuan akademik dan pengalaman organisasi menjadi faktor penting dalam membentuk kesiapan menghadapi dunia kerja. “Selama kuliah di Teknokrat, saya tidak hanya mempelajari teori manajemen seperti keuangan dan sumber daya manusia, tetapi juga praktiknya melalui studi kasus dan proyek nyata. Hal ini sangat membantu saya menjadi pribadi yang siap bersaing secara profesional,” ungkap Delitha. Keberhasilan Delitha sekaligus menjawab pertanyaan umum mengenai prospek lulusan Manajemen di dunia kerja, khususnya sektor perbankan. Lulusan Manajemen memiliki kompetensi yang luas, mulai dari pengelolaan keuangan, strategi bisnis, hingga etika profesional yang sangat relevan dengan kebutuhan industri keuangan. Dalam praktiknya, lulusan Manajemen memiliki peluang karier yang beragam di perbankan, seperti customer service, analis kredit, manajemen risiko, back office, hingga posisi marketing yang kini dijalani Delitha. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum berbasis industri yang diterapkan Universitas Teknokrat Indonesia mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja. Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan yang diraih Delitha. Ia menilai pencapaian tersebut merupakan cerminan kualitas pendidikan yang diterapkan di lingkungan kampus. “Kami sangat bangga atas capaian Delitha Inkia Fristky. Semoga kariernya terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor perbankan dan ekonomi,” ujarnya. Ia juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan berani bersaing di dunia profesional. Keberhasilan alumni seperti Delitha semakin memperkuat posisi Universitas Teknokrat Indonesia sebagai perguruan tinggi yang konsisten mencetak sumber daya manusia unggul, adaptif, dan siap kerja. Dengan dukungan fasilitas modern, kurikulum berbasis industri, serta pembinaan karakter mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik dan non-akademik, Teknokrat terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Capaian Delitha juga menjadi bagian dari kontribusi Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya: SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education):Melalui sistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri, kampus mampu mencetak lulusan dengan kompetensi tinggi dan kesiapan kerja yang optimal. SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth):Penyerapan lulusan di sektor formal seperti perbankan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas tenaga kerja profesional di Indonesia. Kisah sukses Delitha Inkia Fristky menjadi bukti nyata bahwa kombinasi antara pendidikan berkualitas, pengalaman organisasi, dan semangat belajar tinggi mampu membuka peluang karier yang luas. Bagi generasi muda yang ingin meraih kesuksesan serupa, Universitas Teknokrat Indonesia membuka peluang melalui sistem pendidikan unggul yang berorientasi masa depan. Mari bergabung bersama “Kampus Sang Juara” dan wujudkan masa depan gemilang di dunia profesional. Baca Juga: Dunia Kerja Itu Beda, Ini Realita yang Perlu Mahasiswa dan Alumni Tahu

Freshen Province Hall.

The Lampang Bandar - Student at the University of the Indonesian Teknowkrat again confirmed his commitment to increasing competence and readiness towards the workforce by carrying out an independent internship program at the Lampung Province Hall. This event is part of the practice of experience-oriented learning that prompts students to directly engage in the professional world according to the discipline they learned. As for the student who was in this self-study program, this self-training program offers the opportunity for the student to have real work experience, especially in the field of language, document management, and literacy support activities that are the number one priority of the Lampung Province Hall. Throughout the activity, students participated actively in various tasks, starting with analysis and data processing of language, drafting administrative reports, to participate in the development and preservation programs conducted by institutions. Read also: Students of the Self-Interned Intern Student at the Standardization and Industrial Policy In addition to repairing technical skills (hard skills), this internship also has a crucial role in developing nontechnical skills (soft skills), such as communication, teamwork, time management, and professional ethics at work. Live interaction with professionals and experts at the Language Hall also provides a new understanding of dynamics and real demands in the workforce. During the execution, students received a bimbil

Student Intern Student at Standardization and Industrial Policy

Lap Banker - Indonesian University Students re-show his commitment to preparing for the work of the world through self-training activities. One of the students is currently conducting an internship at the Standardization and Industrial Policy (BSKJI) as part of an effort to improve the experience and professional skills in a real working environment. Also read: Student University of the Indonesian University of PKL at the Republic of Indonesia Finance Inspector (BPK RI) this Intern Province Representative is held under the guidance of the tutoring Adaria Yudhistira, S.Kom., actively giving direction and mentorship during the training process. In this activity, students not only learn about the theories that have been obtained in the course, but also apply them directly to various work activities in that instance. This self-study program is also followed by two students who are Muhammad Ridho Rizky Alphabek and Muhammad Rolf Imam Aflah who collaborates in completing various tasks and projects provided by the agency. Through these activities, students are expected to develop communication skills, teamwork, and understanding the professional culture of industry. With the presence of this training program, the University of Indonesian Technocrates through TCTC continues to encourage students to actively seek out early work experiences. This event is expected to be a valuable provision for students in the upgrade.

The world of work is different, this reality that students and alumni need to know

Many students imagine the work world as a place of formal atmosphere, clear tasks, and the same routine every day. In fact, the work world is much more dynamic and often different from the expectations of sitting in college. For recent graduate students and alumni students to understand this reality it's important not to be surprised when it's actually in the professional environment. Unnecessarily good grades. But when it comes to work, companies don't just see numbers on transcripts. What's more visible is how you solve problems, communicate, work in teams, and face pressure. Even today abilities such as adaptation, management of emotions, and the use of digital tools are crucial points for fresh graduate. So, if you've been feeling normal about GPAs all this time, don't get minder. Experience, skill, and attitude often have greater influence. It's one of the most common reality. A lot of alumni end up working in a field that doesn't fully suit the college major. And it's not a bad thing. In fact today, many companies focus on skills that can be moved to many fields, such as communication, analysis, leadership, administration, design, marketing, or digital technology. It's not "majors," it's whether you can learn fast and make good results. No.

Scroll to top
EnglishenEnglishEnglish