Kampus Terbaik ASEAN

Mahasiswa Teknokrat Jalani Magang Mandiri di BSI KCP Teluk Betung untuk Tingkatkan Kompetensi Dunia Kerja

Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan pengalaman kerja di dunia profesional, mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, Ghefira Ayesha Faizal dan Septi Dewi Kusuma, tengah melaksanakan program magang mandiri di Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Teluk Betung Bandar Lampung. Kegiatan magang ini menjadi salah satu langkah nyata mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan, wawasan, serta keterampilan kerja secara langsung di lingkungan industri perbankan syariah. Selama menjalani magang, mahasiswa diberikan kesempatan untuk memahami sistem pelayanan perbankan, administrasi, hingga budaya kerja profesional yang diterapkan di dunia industri. Program magang mandiri ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, kedisiplinan, kerja sama tim, dan tanggung jawab dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang sesungguhnya. Dengan terlibat langsung dalam aktivitas operasional perusahaan, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik kerja nyata. Baca Juga : Dari Kampus ke Dunia Profesional: Bekal Penting Mahasiswa dan Alumni Menghadapi Dunia Kerja Dalam pelaksanaannya, kegiatan magang tersebut dibimbing oleh dosen Universitas Teknokrat Indonesia, Shiwi Angelica Cindiyasari Sihono, MBA, yang turut memberikan arahan dan pendampingan agar mahasiswa dapat menjalankan program magang secara maksimal serta memperoleh pengalaman yang bermanfaat untuk pengembangan karier di masa depan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dapat semakin siap menghadapi persaingan dunia kerja serta mampu menjadi generasi profesional yang unggul, adaptif, dan berkompeten di bidangnya masing-masing. Baca Juga : Alumni Teknik Elektro Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung Tembus Industri Penerbangan, Kini Berkarier di Batam Aero Technic

Dari Kampus ke Dunia Profesional: Bekal Penting Mahasiswa dan Alumni Menghadapi Dunia Kerja

Bagi mahasiswa dan alumni, dunia kerja sering menjadi fase baru yang penuh tantangan sekaligus peluang. Setelah bertahun-tahun menjalani proses pendidikan, banyak yang mulai bertanya-tanya tentang langkah berikutnya: bagaimana mendapatkan pekerjaan yang sesuai, keterampilan apa yang dibutuhkan perusahaan, dan bagaimana cara bersaing di tengah banyaknya pencari kerja lainnya. Saat ini, dunia kerja berkembang jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Perusahaan tidak hanya mencari lulusan dengan nilai akademik yang tinggi, tetapi juga individu yang mampu beradaptasi, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, dan siap bekerja dalam lingkungan profesional. Karena itu, mahasiswa dan alumni perlu mempersiapkan diri lebih awal agar tidak hanya menjadi lulusan yang siap mencari kerja, tetapi juga siap berkembang dalam kariernya. Baca Juga : Mahasiswa Teknokrat Ikuti Magang Mandiri di Sekretariat DPRD Provinsi Lampung untuk Tingkatkan Kompetensi Profesional Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa pengalaman memiliki nilai yang sangat besar. Mengikuti magang, praktik kerja lapangan (PKL), organisasi kampus, maupun kegiatan pelatihan dapat menjadi bekal berharga sebelum benar-benar memasuki dunia profesional. Dari pengalaman tersebut, mahasiswa dapat belajar bagaimana bekerja dalam tim, menghadapi tanggung jawab, hingga memahami budaya kerja secara langsung. Selain pengalaman, kemampuan non-akademik atau soft skills juga menjadi faktor yang sangat diperhatikan perusahaan. Kemampuan berbicara di depan umum, manajemen waktu, kepemimpinan, hingga cara menyelesaikan masalah sering kali menjadi penentu keberhasilan seseorang di tempat kerja. Tidak sedikit perusahaan yang lebih tertarik pada kandidat yang aktif, komunikatif, dan mampu bekerja sama dibandingkan hanya unggul dalam nilai akademik. Di era digital seperti sekarang, mahasiswa dan alumni juga perlu terus meningkatkan kemampuan diri. Perkembangan teknologi membuat banyak pekerjaan mengalami perubahan, sehingga kemampuan untuk belajar hal baru menjadi sangat penting. Mengikuti kursus online, pelatihan, atau membangun portofolio digital dapat menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan kualitas diri dan menambah peluang karier. Tidak kalah penting, membangun relasi atau networking juga dapat membuka banyak kesempatan. Seminar, komunitas, maupun media sosial profesional dapat menjadi tempat untuk memperluas koneksi dan mendapatkan informasi seputar dunia kerja. Relasi yang baik sering kali menjadi jalan awal munculnya peluang baru. Pada akhirnya, tujuan utama dari persiapan ini bukan hanya untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi untuk membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan dan mampu berkembang di dunia profesional. Dunia kerja memang penuh persaingan, namun dengan kesiapan, pengalaman, dan kemauan untuk terus belajar, mahasiswa dan alumni memiliki kesempatan besar untuk meraih masa depan yang lebih baik. Baca Juga : Mahasiswa Antusias Sambut Program Persiapan Karier TCTC

Alumni Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Sukses Berkarier sebagai ASN di Pemkab Tanggamus

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung kembali membuktikan kualitasnya sebagai perguruan tinggi unggulan di Lampung dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja. Salah satu alumni yang berhasil menunjukkan kiprahnya adalah Ega Delviani, S.M., lulusan Program Studi S1 Manajemen yang kini berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Baca Juga: Mahasiswa Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung Borong Medali di Kejuaraan Pencak Silat Gubernur Cup I 2026 Saat ini, Ega dipercaya mengemban tugas sebagai Analis SDM Aparatur Ahli Pertama pada Bidang Pengembangan ASN di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tanggamus. Posisi tersebut menuntut kompetensi profesional, ketelitian, serta pemahaman mendalam terkait pengelolaan sumber daya manusia di sektor pemerintahan. Dalam keterangannya, Ega menyampaikan rasa syukur atas pendidikan yang ia tempuh di Universitas Teknokrat Indonesia. Ia menilai bahwa pengalaman akademik yang diperoleh selama masa perkuliahan menjadi fondasi penting dalam membangun kesiapan kariernya. Ia juga menyoroti lingkungan belajar yang kondusif serta fasilitas kampus yang lengkap sebagai faktor pendukung keberhasilannya. Menurutnya, kombinasi antara teori dan praktik yang seimbang, serta bimbingan dari dosen profesional, memberikan pengalaman belajar yang komprehensif. “Fasilitas kampus sangat mendukung, suasana belajar nyaman, dan kegiatan mahasiswa juga diperhatikan. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih maksimal,” tambahnya. Ega berharap Universitas Teknokrat Indonesia terus meningkatkan kualitas pendidikan guna mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja global. Menanggapi capaian tersebut, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih oleh alumni. “Keberhasilan Ega menjadi bukti nyata bahwa sistem pendidikan yang kami terapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pemerintahan. Kami akan terus mendorong mahasiswa untuk memiliki mentalitas juara serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Mahathir. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan pemerintahan, serta pengembangan soft skills mahasiswa. Keberhasilan alumni seperti Ega Delviani menjadi cerminan nyata bahwa sinergi antara pendidikan berkualitas dan pembinaan karakter mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan profesional serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Pencapaian alumni Universitas Teknokrat Indonesia ini juga sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan menghasilkan lulusan yang kompeten dan terserap di sektor formal seperti pemerintahan. Kehadiran alumni di posisi strategis birokrasi turut berkontribusi dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan berkelanjutan. Baca Juga: Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Perkuat Reputasi Global, Ratusan Publikasi Dosen Tembus Indeks SCOPUS

Scroll to top
IndonesiaidIndonesiaIndonesia