Lowongan Kerja

Alumni S1 Pendidikan Olahraga Universitas Teknokrat Indonesia Jadi Guru PNS di Mesuji, Bukti Nyata Kualitas Pendidikan Kampus

Bandar Lampung – Keberhasilan lulusan dalam menembus dunia kerja kembali menjadi indikator kuat kualitas pendidikan di Universitas Teknokrat Indonesia. Salah satu capaian membanggakan datang dari Angga Leo Setyawan, alumnus Program Studi S1 Pendidikan Olahraga Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan, yang kini resmi mengemban amanah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau guru PNS di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Mesuji. Baca Juga: LOWONGAN KERJA DIGITALIZATION PROJECT MANAGEMENT OFFICER DI ASTRA INTERNASIONAL Penempatan Angga sebagai tenaga pendidik di wilayah Kabupaten Mesuji menjadi bukti bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor pendidikan. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi langsung bagi masyarakat. Dalam keterangannya, Angga mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan akademiknya di Universitas Teknokrat Indonesia. Ia menilai bahwa lingkungan kampus yang kondusif, didukung fasilitas lengkap serta tenaga pengajar profesional, menjadi faktor penting dalam membentuk kompetensi dirinya sebagai calon pendidik. “Saya sangat bersyukur pernah menempuh pendidikan di Teknokrat. Fasilitas olahraga yang lengkap serta dosen yang kompeten sangat membantu saya dalam mempersiapkan diri menjadi guru profesional,” ujarnya. Lebih lanjut, Angga juga memberikan motivasi kepada lulusan SMA/SMK untuk tidak ragu memilih Program Studi Pendidikan Olahraga di Universitas Teknokrat Indonesia. Menurutnya, kurikulum yang diterapkan telah disusun secara adaptif dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Keberhasilan Angga mendapat apresiasi dari Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Mahathir Muhammad. Ia menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut sebagai bukti bahwa sistem pendidikan di kampus telah berjalan sesuai standar mutu yang tinggi. “Kami sangat bangga atas pencapaian Angga Leo Setyawan. Ini menunjukkan bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi nyata di sektor publik. Kami berharap Angga dapat menjadi guru yang profesional, amanah, serta memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan di daerah,” ungkapnya. Universitas Teknokrat Indonesia sendiri terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi dosen, serta pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan masyarakat. Upaya ini dilakukan guna mempertahankan posisi sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan yang berorientasi pada masa depan mahasiswa. Keberhasilan Angga Leo Setyawan sebagai guru PNS di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Mesuji juga mencerminkan kontribusi nyata Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Melalui lulusan yang terserap sebagai tenaga pendidik profesional, universitas turut berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di daerah, termasuk wilayah Kabupaten Mesuji. Kehadiran guru yang kompeten menjadi kunci dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Selain itu, penyediaan fasilitas pembelajaran yang modern dan lingkungan akademik yang kondusif selama masa studi memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman pendidikan berkualitas. Hal ini pada akhirnya berdampak pada peningkatan akses pendidikan yang inklusif dan merata. Dengan komitmen berkelanjutan dalam mencetak lulusan unggul, Universitas Teknokrat Indonesia terus berperan aktif dalam membangun sektor pendidikan nasional serta menciptakan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. Baca Juga: Panduan Dunia Kerja untuk Mahasiswa dan Alumni

Alumni S1 Manajemen Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung Sukses Berkarier di Bank BNI, Bukti Lulusan Siap Bersaing di Dunia Perbankan

Bandar Lampung – Kualitas lulusan Universitas Teknokrat Indonesia sebagai Kampus Terbaik di Lampung kembali mendapat pengakuan di dunia kerja nasional. Salah satu alumni berprestasi, Delitha Inkia Fristky, berhasil menorehkan karier gemilang di sektor perbankan dengan bergabung di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Tanjung Karang. Baca Juga: Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Jalani Magang Mandiri di Balai Bahasa Provinsi Lampung, Perkuat Kompetensi dan Kesiapan Dunia Kerja Alumni Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut kini dipercaya menempati posisi di bidang Marketing, sebuah peran strategis yang menuntut kemampuan komunikasi, analisis pasar, serta pengelolaan relasi nasabah secara profesional. Menariknya, pencapaian ini diraih Delitha tidak lama setelah ia menyelesaikan studi pada tahun 2023. Delitha memulai perjalanan akademiknya di Universitas Teknokrat Indonesia pada tahun 2020. Selama masa studi, ia dikenal sebagai mahasiswa yang disiplin dan berprestasi, yang dibuktikan dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi sebesar 3,79. Tidak hanya unggul secara akademik, Delitha juga aktif mengembangkan soft skills melalui kegiatan organisasi kemahasiswaan. Ia terlibat dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari, yang membantunya mengasah kepercayaan diri, kerja tim, serta kecerdasan emosional. Menurutnya, keseimbangan antara kemampuan akademik dan pengalaman organisasi menjadi faktor penting dalam membentuk kesiapan menghadapi dunia kerja. “Selama kuliah di Teknokrat, saya tidak hanya mempelajari teori manajemen seperti keuangan dan sumber daya manusia, tetapi juga praktiknya melalui studi kasus dan proyek nyata. Hal ini sangat membantu saya menjadi pribadi yang siap bersaing secara profesional,” ungkap Delitha. Keberhasilan Delitha sekaligus menjawab pertanyaan umum mengenai prospek lulusan Manajemen di dunia kerja, khususnya sektor perbankan. Lulusan Manajemen memiliki kompetensi yang luas, mulai dari pengelolaan keuangan, strategi bisnis, hingga etika profesional yang sangat relevan dengan kebutuhan industri keuangan. Dalam praktiknya, lulusan Manajemen memiliki peluang karier yang beragam di perbankan, seperti customer service, analis kredit, manajemen risiko, back office, hingga posisi marketing yang kini dijalani Delitha. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum berbasis industri yang diterapkan Universitas Teknokrat Indonesia mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja. Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan yang diraih Delitha. Ia menilai pencapaian tersebut merupakan cerminan kualitas pendidikan yang diterapkan di lingkungan kampus. “Kami sangat bangga atas capaian Delitha Inkia Fristky. Semoga kariernya terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor perbankan dan ekonomi,” ujarnya. Ia juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan berani bersaing di dunia profesional. Keberhasilan alumni seperti Delitha semakin memperkuat posisi Universitas Teknokrat Indonesia sebagai perguruan tinggi yang konsisten mencetak sumber daya manusia unggul, adaptif, dan siap kerja. Dengan dukungan fasilitas modern, kurikulum berbasis industri, serta pembinaan karakter mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik dan non-akademik, Teknokrat terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Capaian Delitha juga menjadi bagian dari kontribusi Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya: SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education):Melalui sistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri, kampus mampu mencetak lulusan dengan kompetensi tinggi dan kesiapan kerja yang optimal. SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth):Penyerapan lulusan di sektor formal seperti perbankan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas tenaga kerja profesional di Indonesia. Kisah sukses Delitha Inkia Fristky menjadi bukti nyata bahwa kombinasi antara pendidikan berkualitas, pengalaman organisasi, dan semangat belajar tinggi mampu membuka peluang karier yang luas. Bagi generasi muda yang ingin meraih kesuksesan serupa, Universitas Teknokrat Indonesia membuka peluang melalui sistem pendidikan unggul yang berorientasi masa depan. Mari bergabung bersama “Kampus Sang Juara” dan wujudkan masa depan gemilang di dunia profesional. Baca Juga: Dunia Kerja Itu Beda, Ini Realita yang Perlu Mahasiswa dan Alumni Tahu

Dunia Kerja Itu Beda, Ini Realita yang Perlu Mahasiswa dan Alumni Tahu

Banyak mahasiswa membayangkan dunia kerja sebagai tempat yang penuh suasana formal, tugas yang jelas, dan rutinitas yang sama setiap hari. Kenyataannya, dunia kerja jauh lebih dinamis dan sering kali berbeda dari ekspektasi saat masih duduk di bangku kuliah. Bagi mahasiswa tingkat akhir maupun alumni yang baru lulus, memahami realita ini penting supaya tidak mudah kaget ketika benar-benar terjun ke lingkungan profesional. Nilai Bagus Belum Tentu Jadi Penentu Saat kuliah, nilai sering menjadi fokus utama. Namun ketika masuk dunia kerja, perusahaan tidak hanya melihat angka di transkrip. Yang lebih dilihat adalah bagaimana kamu menyelesaikan masalah, berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan menghadapi tekanan. Bahkan saat ini kemampuan seperti adaptasi, manajemen emosi, dan penggunaan tools digital menjadi poin penting bagi fresh graduate. Jadi, kalau selama ini kamu merasa biasa saja soal IPK, jangan langsung minder. Pengalaman, skill, dan attitude sering kali punya pengaruh yang lebih besar. Dunia Kerja Tidak Selalu Sesuai Jurusan Ini salah satu realita yang paling sering terjadi. Banyak alumni akhirnya bekerja di bidang yang tidak sepenuhnya sesuai dengan jurusan kuliah. Dan itu bukan hal buruk. Justru saat ini banyak perusahaan lebih fokus pada kemampuan yang bisa dipindahkan ke banyak bidang, seperti komunikasi, analisis, leadership, administrasi, desain, pemasaran, atau teknologi digital. Yang penting bukan “sesuai jurusan”, tetapi apakah kamu bisa belajar cepat dan memberi hasil yang baik. Tidak Semua Hal Akan Diajarkan Kalau di kampus ada dosen yang menjelaskan langkah demi langkah, di dunia kerja sering kali kamu dituntut untuk belajar mandiri. Atasan mungkin memberi target, tetapi cara mencapainya harus kamu cari sendiri. Di sinilah inisiatif dan rasa ingin tahu sangat dibutuhkan. Mahasiswa dan alumni perlu membiasakan diri untuk: Soft Skill Lebih Terasa Penting Banyak orang baru sadar bahwa dunia kerja bukan cuma soal pintar, tetapi juga soal cara membawa diri. Contohnya: Kemampuan seperti ini sering menjadi pembeda antara orang yang cepat berkembang dan yang sulit naik level. Karier Itu Tidak Harus Cepat Sering kali alumni merasa tertinggal ketika melihat teman sudah bekerja di perusahaan besar. Padahal karier bukan perlombaan siapa paling cepat. Ada yang langsung mendapat pekerjaan impian, ada yang memulai dari magang, ada juga yang baru menemukan jalurnya setelah beberapa kali pindah bidang. Yang penting adalah terus berkembang. Dunia kerja saat ini justru menghargai orang yang mau belajar, punya mental kuat, dan konsisten meningkatkan kualitas diri. () Penutup Mahasiswa dan alumni tidak perlu takut menghadapi dunia kerja, tetapi perlu memahami bahwa realitanya memang berbeda dengan kehidupan kampus. Semakin cepat memahami pola kerja profesional, semakin mudah juga untuk beradaptasi. Fokuslah pada perkembangan diri, bukan hanya hasil instan. Karier yang baik bukan selalu yang paling cepat, tetapi yang paling bertumbuh.

Scroll to top
IndonesiaidIndonesiaIndonesia