Universitas Teknokrat Indonesia

Mahasiswa Teknokrat Indonesia Menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di DPRD Kota Bandar Lampung

Bandar Lampung – Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, Aniza Nabela, Aura Azhar Naila, dan Bagus Pangestu, tengah melaksanakan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di DPRD Provinsi Lampung sebagai bentuk implementasi pembelajaran dan pengembangan keterampilan di dunia kerja. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di lingkungan instansi pemerintahan sekaligus meningkatkan kompetensi profesional. Baca Juga: “Magang di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Mahasiswa Teknokrat Asah Keterampilan Profesional“ Selama menjalani PKL, para mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan administrasi, pengelolaan data, pelayanan, serta aktivitas operasional lainnya yang mendukung kinerja instansi. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami sistem kerja secara nyata sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Program PKL ini mendapat bimbingan dari dosen Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Jafar Fakhrurozi, S.Pd., M.Hum., yang secara aktif memberikan arahan dan pendampingan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Bimbingan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa dapat menjalankan PKL sesuai dengan tujuan akademik dan kebutuhan dunia kerja. Baca Juga: “Mahasiswa Teknokrat Indonesia Jalani Program Magang di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung“ Melalui kegiatan PKL di DPRD Provinsi Lampung, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh wawasan, pengalaman, serta keterampilan yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi tantangan dunia profesional di masa mendatang. Program ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, adaptif, dan siap bersaing di era modern.

Membangun Masa Depan Karier: Langkah Mahasiswa dan Alumni Menjadi Generasi Siap Kerja

Perkembangan dunia kerja saat ini berlangsung sangat dinamis seiring pesatnya kemajuan teknologi, perubahan kebutuhan industri, serta meningkatnya persaingan di berbagai sektor pekerjaan. Situasi ini membuat mahasiswa dan alumni perguruan tinggi perlu memiliki lebih dari sekadar kemampuan akademik. Mereka juga dituntut untuk mempunyai kesiapan mental, keterampilan praktis, serta pengalaman yang dapat menunjang perjalanan karier di masa mendatang. Sebagian mahasiswa masih beranggapan bahwa memperoleh pekerjaan setelah lulus kuliah merupakan hal yang mudah. Namun pada kenyataannya, dunia profesional memiliki tantangan yang jauh berbeda dibandingkan kehidupan selama menempuh pendidikan di kampus. Karena itu, mahasiswa dan alumni perlu memahami pentingnya mempersiapkan diri sejak dini agar mampu bersaing sekaligus berkembang di lingkungan kerja profesional. Dunia Profesional Tidak Hanya Menilai IPK Nilai akademik memang tetap menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan, tetapi perusahaan saat ini memiliki standar penilaian yang lebih luas terhadap calon pekerja. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan lulusan dengan prestasi akademik tinggi, melainkan juga individu yang mampu bekerja sama, berpikir kritis, bertanggung jawab, serta mudah beradaptasi terhadap perubahan. Dalam dunia profesional, seseorang akan dihadapkan pada berbagai kondisi nyata yang membutuhkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta penyelesaian masalah secara cepat dan tepat. Oleh sebab itu, mahasiswa sebaiknya mulai mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik sejak masih berada di bangku perkuliahan. Baca Juga : Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Sukses Berkarier di Industri Teknologi Nasional dan Internasional Berbagai kegiatan seperti organisasi, seminar, pelatihan, maupun program magang dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperluas pengalaman sekaligus membangun karakter profesional. Pengalaman Kerja Menjadi Nilai Tambah Kurangnya pengalaman kerja masih menjadi salah satu hambatan utama yang sering dihadapi lulusan baru ketika memasuki dunia kerja. Saat ini, banyak perusahaan lebih mempertimbangkan kandidat yang memiliki pengalaman, meskipun hanya berasal dari kegiatan magang atau proyek sederhana. Magang menjadi salah satu langkah yang paling efektif bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kerja secara langsung. Dari pengalaman tersebut, mahasiswa dapat memahami budaya kerja, cara berinteraksi secara profesional, hingga belajar menghadapi tanggung jawab pekerjaan yang sesungguhnya. Selain itu, pengalaman kerja sejak masa kuliah juga membantu mahasiswa memahami bidang pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Dengan demikian, setelah lulus mereka memiliki tujuan karier yang lebih terarah. Soft Skills Memiliki Peran yang Sangat Penting Di tengah ketatnya persaingan kerja, kemampuan teknis saja belum cukup untuk menunjang kesuksesan karier. Saat ini, perusahaan juga sangat memperhatikan kemampuan soft skills yang dimiliki calon pekerja. Beberapa kemampuan yang banyak dibutuhkan di dunia kerja meliputi: Soft skills sering menjadi faktor pembeda antara satu kandidat dengan kandidat lainnya. Individu yang mampu bekerja sama dengan baik dan memiliki sikap profesional biasanya akan lebih mudah berkembang dalam lingkungan kerja. Pentingnya Adaptasi terhadap Teknologi Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang industri. Saat ini hampir seluruh sektor pekerjaan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Karena itu, mahasiswa dan alumni perlu terus meningkatkan kemampuan digital mereka. Tidak harus menguasai seluruh teknologi secara mendalam, tetapi setidaknya memahami penggunaan perangkat digital, media komunikasi profesional, hingga platform kerja modern. Mengikuti kursus online, webinar, maupun pelatihan bersertifikat dapat menjadi langkah yang tepat untuk meningkatkan kompetensi. Semangat untuk terus belajar akan membantu mahasiswa dan alumni lebih siap menghadapi perkembangan dunia kerja yang terus berubah. Personal Branding dan Relasi Profesional Di era modern, personal branding menjadi salah satu hal yang cukup berpengaruh dalam membangun karier. Cara seseorang menampilkan dirinya, baik secara langsung maupun melalui media sosial profesional, dapat memberikan kesan tertentu bagi perusahaan maupun relasi kerja. Mahasiswa dan alumni dapat mulai membangun citra profesional dengan aktif mengikuti kegiatan positif, menyusun portofolio, serta memperluas jaringan melalui komunitas maupun platform profesional seperti LinkedIn. Jaringan profesional yang luas sering kali membuka peluang baru, mulai dari informasi lowongan pekerjaan hingga kesempatan kerja sama di masa depan. Menjadi Generasi yang Siap Menghadapi Masa Depan Dunia kerja bukan hanya sekadar tempat mencari penghasilan, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan yang lebih baik. Oleh sebab itu, mahasiswa dan alumni perlu memiliki pola pikir bahwa proses belajar akan terus berlangsung meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal. Kemampuan untuk terus berkembang, berani menghadapi tantangan, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru akan menjadi modal penting dalam perjalanan karier seseorang. Dengan persiapan yang baik, pengalaman yang terus bertambah, serta kemauan untuk terus belajar, mahasiswa dan alumni akan lebih siap menghadapi dunia kerja modern sekaligus mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia industri. Baca Juga :Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Jalani Magang Mandiri di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Lampung

Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Sukses Berkarier di Industri Teknologi Nasional dan Internasional

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung kembali menunjukkan kualitasnya dalam mencetak lulusan unggul yang mampu bersaing di dunia kerja profesional, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu kisah inspiratif tersebut datang dari Say Pulung, alumnus Program Studi S1 Informatika yang kini sukses meniti karier di industri teknologi. Baca Juga: Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Devan Ahmad Pramudia Juara Pilmapres LLDikti Wilayah II 2026, Siap ke Seleksi Nasional Saat ini, Say Pulung bekerja secara profesional di PT Wawasan Inovatif Strategi Handal atau dikenal melalui platform digital wish.co.id. Tidak hanya itu, ia juga dipercaya menangani berbagai proyek jangka pendek (short-term project) sebagai freelancer di Fame Capital, perusahaan berbasis di Australia yang bergerak di bidang teknologi dan investasi digital. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri global yang terus berkembang pesat, khususnya pada bidang teknologi informasi dan digitalisasi. Dalam keterangannya, Say Pulung mengungkapkan bahwa perjalanan kariernya tidak terlepas dari pengalaman akademik dan organisasi yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas Teknokrat Indonesia. Menurutnya, lingkungan kampus yang mendukung pengembangan keterampilan praktis menjadi modal penting dalam membangun karier profesional. Ia mengenang keterlibatannya di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotic sebagai salah satu pengalaman paling berharga selama kuliah. Melalui organisasi tersebut, ia tidak hanya mempelajari pemrograman tingkat lanjut, tetapi juga dilatih untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. “Pengalaman di UKM Robotic membangun mental saya untuk terus belajar dan beradaptasi, terutama di bidang teknologi yang berkembang sangat cepat. Dari sana saya belajar bagaimana menghadapi tantangan, bekerja dalam tim, serta menerapkan ilmu secara langsung dalam proyek nyata,” ujar Say Pulung. Ia menambahkan bahwa kombinasi antara pembelajaran di ruang kelas dan pengalaman organisasi memberikan fondasi yang kuat dalam menghadapi dunia kerja profesional. Kemampuan teknis yang diperoleh selama kuliah dipadukan dengan soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen proyek menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan di industri teknologi saat ini. Selain berbagi pengalaman, Say Pulung juga menyampaikan harapannya agar Universitas Teknokrat Indonesia terus memperkuat sinkronisasi antara kurikulum akademik dengan kebutuhan dunia industri. Menurutnya, langkah tersebut penting agar lulusan Teknokrat semakin siap menghadapi persaingan global di era transformasi digital. Prestasi dan perjalanan karier Say Pulung mendapat apresiasi dari Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad. Ia menyatakan rasa bangga terhadap keberhasilan alumnus Teknokrat yang mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknologi secara nyata di dunia industri. “Kami sangat bangga melihat keberhasilan Say Pulung dalam meniti karier di industri teknologi nasional maupun internasional. Ini membuktikan bahwa ekosistem pendidikan di Universitas Teknokrat Indonesia, termasuk pembinaan melalui organisasi mahasiswa seperti UKM Robotic, mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan kompetitif,” ujar Mahathir. Mahathir juga menegaskan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia terus berkomitmen memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik, inovasi, dan teknologi. “Kami berharap semakin banyak mahasiswa dan alumni Teknokrat yang mampu menjadi talenta digital unggulan serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan teknologi Indonesia. Kampus akan terus mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya. Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, menyampaikan bahwa keberhasilan alumni merupakan indikator penting keberhasilan perguruan tinggi dalam menjalankan proses pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan industri. Menurutnya, Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, inovasi, dan kemampuan adaptasi mahasiswa melalui berbagai program pengembangan diri. Kisah sukses Say Pulung sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya pelajar SMA/SMK sederajat di Provinsi Lampung, untuk terus mengembangkan potensi diri di bidang teknologi dan digital. Universitas Teknokrat Indonesia hadir sebagai kampus yang menyediakan lingkungan belajar modern, fasilitas lengkap, dosen profesional, serta dukungan penuh terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa. Sebagai “Kampus Sang Juara”, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan akademik maupun organisasi guna membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan. Keberhasilan alumnus ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui pendidikan berbasis kompetensi, penguatan keterampilan teknologi, serta pembinaan talenta digital, Universitas Teknokrat Indonesia berkontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu mendorong inovasi, produktivitas, dan daya saing bangsa di era ekonomi digital global.

Scroll to top
IndonesiaidIndonesiaIndonesia