TCTC

Building Career Future: Student Steps and Alumni Generation Ready Work · Global Voices

Perkembangan dunia kerja saat ini berlangsung sangat dinamis seiring pesatnya kemajuan teknologi, perubahan kebutuhan industri, serta meningkatnya persaingan di berbagai sektor pekerjaan. Situasi ini membuat mahasiswa dan alumni perguruan tinggi perlu memiliki lebih dari sekadar kemampuan akademik. Mereka juga dituntut untuk mempunyai kesiapan mental, keterampilan praktis, serta pengalaman yang dapat menunjang perjalanan karier di masa mendatang. Sebagian mahasiswa masih beranggapan bahwa memperoleh pekerjaan setelah lulus kuliah merupakan hal yang mudah. Namun pada kenyataannya, dunia profesional memiliki tantangan yang jauh berbeda dibandingkan kehidupan selama menempuh pendidikan di kampus. Karena itu, mahasiswa dan alumni perlu memahami pentingnya mempersiapkan diri sejak dini agar mampu bersaing sekaligus berkembang di lingkungan kerja profesional. Dunia Profesional Tidak Hanya Menilai IPK Nilai akademik memang tetap menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan, tetapi perusahaan saat ini memiliki standar penilaian yang lebih luas terhadap calon pekerja. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan lulusan dengan prestasi akademik tinggi, melainkan juga individu yang mampu bekerja sama, berpikir kritis, bertanggung jawab, serta mudah beradaptasi terhadap perubahan. Dalam dunia profesional, seseorang akan dihadapkan pada berbagai kondisi nyata yang membutuhkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta penyelesaian masalah secara cepat dan tepat. Oleh sebab itu, mahasiswa sebaiknya mulai mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik sejak masih berada di bangku perkuliahan. Baca Juga : Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Sukses Berkarier di Industri Teknologi Nasional dan Internasional Berbagai kegiatan seperti organisasi, seminar, pelatihan, maupun program magang dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperluas pengalaman sekaligus membangun karakter profesional. Pengalaman Kerja Menjadi Nilai Tambah Kurangnya pengalaman kerja masih menjadi salah satu hambatan utama yang sering dihadapi lulusan baru ketika memasuki dunia kerja. Saat ini, banyak perusahaan lebih mempertimbangkan kandidat yang memiliki pengalaman, meskipun hanya berasal dari kegiatan magang atau proyek sederhana. Magang menjadi salah satu langkah yang paling efektif bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kerja secara langsung. Dari pengalaman tersebut, mahasiswa dapat memahami budaya kerja, cara berinteraksi secara profesional, hingga belajar menghadapi tanggung jawab pekerjaan yang sesungguhnya. Selain itu, pengalaman kerja sejak masa kuliah juga membantu mahasiswa memahami bidang pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Dengan demikian, setelah lulus mereka memiliki tujuan karier yang lebih terarah. Soft Skills Memiliki Peran yang Sangat Penting Di tengah ketatnya persaingan kerja, kemampuan teknis saja belum cukup untuk menunjang kesuksesan karier. Saat ini, perusahaan juga sangat memperhatikan kemampuan soft skills yang dimiliki calon pekerja. Beberapa kemampuan yang banyak dibutuhkan di dunia kerja meliputi: Soft skills sering menjadi faktor pembeda antara satu kandidat dengan kandidat lainnya. Individu yang mampu bekerja sama dengan baik dan memiliki sikap profesional biasanya akan lebih mudah berkembang dalam lingkungan kerja. Pentingnya Adaptasi terhadap Teknologi Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang industri. Saat ini hampir seluruh sektor pekerjaan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Karena itu, mahasiswa dan alumni perlu terus meningkatkan kemampuan digital mereka. Tidak harus menguasai seluruh teknologi secara mendalam, tetapi setidaknya memahami penggunaan perangkat digital, media komunikasi profesional, hingga platform kerja modern. Mengikuti kursus online, webinar, maupun pelatihan bersertifikat dapat menjadi langkah yang tepat untuk meningkatkan kompetensi. Semangat untuk terus belajar akan membantu mahasiswa dan alumni lebih siap menghadapi perkembangan dunia kerja yang terus berubah. Personal Branding dan Relasi Profesional Di era modern, personal branding menjadi salah satu hal yang cukup berpengaruh dalam membangun karier. Cara seseorang menampilkan dirinya, baik secara langsung maupun melalui media sosial profesional, dapat memberikan kesan tertentu bagi perusahaan maupun relasi kerja. Mahasiswa dan alumni dapat mulai membangun citra profesional dengan aktif mengikuti kegiatan positif, menyusun portofolio, serta memperluas jaringan melalui komunitas maupun platform profesional seperti LinkedIn. Jaringan profesional yang luas sering kali membuka peluang baru, mulai dari informasi lowongan pekerjaan hingga kesempatan kerja sama di masa depan. Menjadi Generasi yang Siap Menghadapi Masa Depan Dunia kerja bukan hanya sekadar tempat mencari penghasilan, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan yang lebih baik. Oleh sebab itu, mahasiswa dan alumni perlu memiliki pola pikir bahwa proses belajar akan terus berlangsung meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal. Kemampuan untuk terus berkembang, berani menghadapi tantangan, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru akan menjadi modal penting dalam perjalanan karier seseorang. Dengan persiapan yang baik, pengalaman yang terus bertambah, serta kemauan untuk terus belajar, mahasiswa dan alumni akan lebih siap menghadapi dunia kerja modern sekaligus mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia industri. Baca Juga :Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Jalani Magang Mandiri di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Lampung

Alumnus University of Indonesia's Best College of Cultural Success in the National and International Technology Industries · Global Voices

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung kembali menunjukkan kualitasnya dalam mencetak lulusan unggul yang mampu bersaing di dunia kerja profesional, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu kisah inspiratif tersebut datang dari Say Pulung, alumnus Program Studi S1 Informatika yang kini sukses meniti karier di industri teknologi. Baca Juga: Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Devan Ahmad Pramudia Juara Pilmapres LLDikti Wilayah II 2026, Siap ke Seleksi Nasional Saat ini, Say Pulung bekerja secara profesional di PT Wawasan Inovatif Strategi Handal atau dikenal melalui platform digital wish.co.id. Tidak hanya itu, ia juga dipercaya menangani berbagai proyek jangka pendek (short-term project) sebagai freelancer di Fame Capital, perusahaan berbasis di Australia yang bergerak di bidang teknologi dan investasi digital. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri global yang terus berkembang pesat, khususnya pada bidang teknologi informasi dan digitalisasi. Dalam keterangannya, Say Pulung mengungkapkan bahwa perjalanan kariernya tidak terlepas dari pengalaman akademik dan organisasi yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas Teknokrat Indonesia. Menurutnya, lingkungan kampus yang mendukung pengembangan keterampilan praktis menjadi modal penting dalam membangun karier profesional. Ia mengenang keterlibatannya di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotic sebagai salah satu pengalaman paling berharga selama kuliah. Melalui organisasi tersebut, ia tidak hanya mempelajari pemrograman tingkat lanjut, tetapi juga dilatih untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. “Pengalaman di UKM Robotic membangun mental saya untuk terus belajar dan beradaptasi, terutama di bidang teknologi yang berkembang sangat cepat. Dari sana saya belajar bagaimana menghadapi tantangan, bekerja dalam tim, serta menerapkan ilmu secara langsung dalam proyek nyata,” ujar Say Pulung. Ia menambahkan bahwa kombinasi antara pembelajaran di ruang kelas dan pengalaman organisasi memberikan fondasi yang kuat dalam menghadapi dunia kerja profesional. Kemampuan teknis yang diperoleh selama kuliah dipadukan dengan soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen proyek menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan di industri teknologi saat ini. Selain berbagi pengalaman, Say Pulung juga menyampaikan harapannya agar Universitas Teknokrat Indonesia terus memperkuat sinkronisasi antara kurikulum akademik dengan kebutuhan dunia industri. Menurutnya, langkah tersebut penting agar lulusan Teknokrat semakin siap menghadapi persaingan global di era transformasi digital. Prestasi dan perjalanan karier Say Pulung mendapat apresiasi dari Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad. Ia menyatakan rasa bangga terhadap keberhasilan alumnus Teknokrat yang mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknologi secara nyata di dunia industri. “Kami sangat bangga melihat keberhasilan Say Pulung dalam meniti karier di industri teknologi nasional maupun internasional. Ini membuktikan bahwa ekosistem pendidikan di Universitas Teknokrat Indonesia, termasuk pembinaan melalui organisasi mahasiswa seperti UKM Robotic, mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan kompetitif,” ujar Mahathir. Mahathir juga menegaskan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia terus berkomitmen memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik, inovasi, dan teknologi. “Kami berharap semakin banyak mahasiswa dan alumni Teknokrat yang mampu menjadi talenta digital unggulan serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan teknologi Indonesia. Kampus akan terus mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya. Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, menyampaikan bahwa keberhasilan alumni merupakan indikator penting keberhasilan perguruan tinggi dalam menjalankan proses pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan industri. Menurutnya, Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, inovasi, dan kemampuan adaptasi mahasiswa melalui berbagai program pengembangan diri. Kisah sukses Say Pulung sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya pelajar SMA/SMK sederajat di Provinsi Lampung, untuk terus mengembangkan potensi diri di bidang teknologi dan digital. Universitas Teknokrat Indonesia hadir sebagai kampus yang menyediakan lingkungan belajar modern, fasilitas lengkap, dosen profesional, serta dukungan penuh terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa. Sebagai “Kampus Sang Juara”, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan akademik maupun organisasi guna membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan. Keberhasilan alumnus ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui pendidikan berbasis kompetensi, penguatan keterampilan teknologi, serta pembinaan talenta digital, Universitas Teknokrat Indonesia berkontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu mendorong inovasi, produktivitas, dan daya saing bangsa di era ekonomi digital global.

Freelance Intern University student at the Lampung Province Communication Service

The Lampung Bandar - four students of the Indonesian University of Teknowkrat, Clara Princess Andini, Hwaktun Naziatun, Vercha, and Nandita Princess, are conducting an independent training program in the Lampung Province Communication Service. This event became one of the steps students in developing professional skills, communication skills, and real work experiences in the government environment. During an internship, students were involved in various activities related to information technology, digital communication, administration, to the management of data and public information services. Through that experience, students can understand the process of professional work as well as improve adaptation, teamwork, and responsibility for completing the task. Read also: Do not miss! The socialization of the Career Preparation Program for the Student of the End of Self-Appending Training Program is also a means for students to apply the science that has been studied during the course into direct practice in government agencies. In addition to getting work experience, students are expected to be able to build professional relations and improve readiness in the face of the workforce after completing education. This internship was led by a professor of the University of Teknowkrat Indonesia, Yusra Fernando, S.Kom., M.Kom, who was a guide and escort during the training process. With the presence of this program, the student is expected to become

Freshman University of the Indonesian Teknocrat of Human Intern at the Center of Excelence on Metaverse

The Lampung Bandar - Three students of the University of Teknocrat Indonesia, Jois Romamarmata Simarmata, Muhammad Faris Palanina, and Robani Diansyah, are conducting an independent internship program at the Center of Excellence on Metaverse University of Teknocrat Indonesia as part of the development of competence and preparation against the ongoing digital work world. This internship was led directly by Dr. Heni Sulistiani, S.Kom., the M.Kom., which led and mentored during the course of the internship. Through this program, students get the opportunity to further understand the metaverse technology, digital development, to the implementation of modern technology-based innovation relevant to the current industry needs. Read also: Student Antusias Sambute the TCTC Career Preparation Program during training, students not only acquired a direct work experience, but were also trained to improve communication skills, teamwork, creativity, and solving problems in professional environments. The program has become one of the real steps of the University of the Indonesian Teknocrat in supporting students to be able to compete and ready for the challenges of the business world in a digital transformation era. With the presence of this self-study activity, it is expected that students will be able to develop practical skills as well as build valuable experiences that can be a food for the future, especially in the field of technology and digital innovation.

Freshman Intern Student at BSI KCP Bay Betung to Increase Work World Comtension

The Lampung Banker - in an effort to improve the competence and work experience in the professional world, student of Teknokrat University Indonesia, Ghefira Ayesha Faisal and Septi Goddess Kusma, are conducting an independent internship program at the Syaria Bank of Indonesia (BSI) KCP Bay Btung Bandar Lampung. These internship activities became one of the real steps students in developing skills, insight, and working skills directly in the Islamic banking industry. During an internship, students were given the opportunity to understand the banking service system, the administration, to the cultural professionals applied in the industrial world. This self-training program is also a tool for students to hone in the ability to communicate, discipline, teamwork, and the responsibility to face the challenges of the real workforce. By directly engaged in corporate operational activities, students are expected to be able to apply the science that has been obtained during the course into the practice of real work. Also read: From college to Professional World: Important Students and Alumni Facing the World Work in action, the internship was guided by the University of Indonesia, Shiwi Angelica Sihonsari Sihono, MBA, who led students to the full training program and got useful career development experience in the future. Through these activities, the Indonesian University students will be able to get ready for the du competition.

From college to Professional World: Important Students and Alumni Facing Work World · Global Voices

For students and alumni, the work world is often a new phase of challenge and opportunity. After years of undergoing the education process, many began to wonder about the next step: how to get a suitable job, what skills the company needs, and how to compete in the midst of many other workers. Today, the work world is growing much faster than ever before. The company is not only looking for higher academics, it's also individuals who are adaptable, have good communication skills, and are ready to work in a professional environment. Therefore, students and alumni need to prepare themselves early so not only are graduates ready for work, but also ready to grow in their careers. Read also: Teknokrat Student Follow Self Interns in the Lush Province DPRD Secretary for Upgrade Professional Competition One of the most important things to understand is that experience has very great value. Following interns, field practice, campus organizations, or training activities could become a valuable provision before actually entering the professional world. From that experience, students can learn how to work in teams, face responsibility, to understand the culture of work directly. In addition to experience, non-academic or soft skills skills are also a factor the company cares about. Public speaking skills, timing management, leadership, to solve problems.

The Alumni Electro Technique of the Best Campus School in the Air Industries Shore, Now Career at Batam Aero Technic

The Monitoring Monastery - the University of Indonesia's Best College on Lampung reaffirmed its graduation quality in the workforce. One of the best alumnus of Electro Engineering's Studies, Ananda Satrio Indonesia, S.T., managed to make a career in the national flight industry by joining at Batam Aero Technic (Lion Group) as the Mechanic Landing Gear Shop. Ananda was known as an active and successful student during college, both in academic and organization. During his education, he was actively involved in the Electro Technical Student Union as well as part of the TEKNOKrat Vehicle Community. Through that community, Ananda contributed to the electrical car development project, which gave him practical experience of applying the science that was obtained in college. "In my class, I studied the basics as important as electricity and electronics. But through the project of electric cars, I learned to apply my theory into real practice and solve technical challenges," unveil Ananda. He also emphasized that the experience of organizing during college played a huge role in forming leadership characters and his interpersonable abilities. Communication skills, teamwork, and manj

Teknowkrat Student Live Intern at Lampung Bank

The Lampung Banker - in an effort to improve the competence and experience of students in the workforce, the Indonesian University of Teknokrat is back in support of the implementation of self-training programs in various agencies and companies. This time, three Indonesian University students, Andika Hardiansheh, Randy Erviandi, and Yola Anisa Dela, are conducting an independent internship at the Lampung Bank. The event became one form of implementation that science had been studied during college and a means to get to know the workforce directly. During running an internship at the Lampung Bank, students gain experience in various operational activities and corporate administration, so it can increase professional skills, communications, as well as job discipline. Read also: Enhance Work Experience, Student Intern at BLEMI This self-taught internship program is guided by the University of the Indonesian Teecrat, Cinthya Bella, B.C., MSM, which continues to lead and guide students during the course of activities. It's expected through this program, students are able to develop skills, expand their insight, and prepare to be graduates ready to compete in the professional world.

Enhance Work Experience, Student Tecocrat Intern at BLEMI

The Lap Banker - as a result of the development of competency and readiness against the workforce, student of the Indonesian University of Teknokrat ran a self-training program at BPERMI (Indonesian Migratory Workers Service Hall). This event was followed by a student, by Muhamad Rofiansyah. Through the self-control program, students get the opportunity to get to know the working system in the government environment, especially in the field of administration and general service in the Lovelong Province Secretary. During an internship, students gain valuable experience in understanding the work process of the agency, management of the administration, as well as the professional working culture in the government environment. Read as well as "Teoukrat Student Langani Intern at the Public Bureau of Lamp Province" This event is also a means for students to improve communication skills, teamwork, discipline, and responsibility for completing the various tasks that were given during the internship. The experience is expected to strengthen student readiness in the face of future labor challenges. In his execution, this self-study program was guided by the companion professor Ahmad, S.Kom., M.Kom., who gave instructions, monitoring, and evaluations for students to be able to do optimal training and benefit from the maximum learning. Read: "https: / / tctc.texnokrat.ac.id / job / helpdesk-engineer -it /" Through this independent internship, the University of Teknowrat Indonesia te

Freelance Intern Student at the Lampung Province Public Bureau

The Lampung Banker - as a form of development of competence and readiness against the working world, student of the University of Teknokrat Indonesia carried out an independent internship program at the Lampung Province Public Bureau. The event was followed by three students, Daniel Aldy Yuzil, Muhammad Hhokul Ramadan, and Shendy Budi Satrio. Through the self-control program, students get the opportunity to get to know the working system in the government environment, especially in the field of administration and general service in the Lovelong Province Secretary. During an internship, students gain valuable experience in understanding the work process of the agency, management of the administration, as well as the professional working culture in the government environment. Read also: "Teoukrat Student Follow Self-Self Intern in the DPRD Secretary Lampung Province for Upgrade Professional Comtension" This event is also a means for students to improve communication skills, teamwork, discipline, and responsibility for completing the various tasks that were given during the internship. The experience is expected to strengthen student readiness in the face of future labor challenges. In doing so, this self-preservation program is led by the teachers of the law, the SCO, the M.Kom., who are in charge of guidance, of monitoring, and of evaluation, so that students can do optimal training and benefit from the learning. Read also: "Teoukrat Student Live Intern at BYD A

Scroll to top
EnglishenEnglishEnglish