Intern

Intern Student Activity Honor Professional Charging Services in BRI Lucky Suropati

The Lampung Banker - as a form of implementation of practice-based learning and trying to improve readiness in the face of the workforce, the Indonesian University of Teknokrat officially gave up students to carry out an internship program at the PRI Unit in Suropati. This was followed by a student of the University of Teknokrat Indonesia, which is Mayselina, who had the opportunity to engage directly in various operational activities as well as the management of financial administration in the neighborhood of the PRI Unit Suropati. Through this training program, students can understand the work and application of science in the banking sector and financial services, improve professional skills, and develop communication skills, teamwork, and solving problems that become important competence in the current working world. The experience is expected to give a real picture of professional labor culture as well as strengthen student readiness in entering the banking industry world after completing education. The surrender and internship is under the guidance of the Professor of the Indonesian University of Teknokrat University, Shiwi Angelica Cs, S.Accounts, MBA, which will constantly provide guidance and guidance for students to optimize the learning process during the course of the internship. Read also: Student Tecocrat Tradition at the Golden IB PT for Advanced Professional Competition "Intern Student of the Indonesian University is actively welcoming and serving at the BRI Units of Suropati by directing its lines

Freshman University of Indonesian Teknocrat.

The Lampung Banker - as a form of implementation of practice-based learning and effort to improve readiness in the face of the workforce, student of the Indonesian Teknokrat University carried out an internal internship program at the University of Teknokrat Indonesia. The event was followed by three students, which is Hadi Priono, Raditya Dzilan Riyadi, Muhammad Ba'asith Zaurdhan who had the opportunity to engage directly in various operational activities and administration in the corporate environment. Through this training program, students can understand the process of working in digital and meta technology sectors, improve professional skills, as well as develop communication skills, teamwork, and solving problems that become important competence in the current work world. The experience is expected to provide a real picture of professional labor culture as well as strengthen their readiness in entering the industry after completing education. The internship was conducted under the guidance of professor of the University of Teknokrat Indonesia, Qadhli Jafar Adrian, BMM. And Mr. Yuri Rahimanto, S.Kom., M.Kom, always providing direction and support for students to optimize the learning process during training. Read also: Students Get Workers of the World worked through PKL to Astra Honda Motor Natar internship program became one of the most important means for students to connect theories obtained on the course with practices in the field. In addition to expanding insight and work experience, this activity also helps mah

Known Strategy Facing Work Interviews for Fresh Graduate

Bagi mahasiswa tingkat akhir dan fresh graduate, interview kerja menjadi salah satu tahap penting untuk memasuki dunia profesional. Setelah CV diterima oleh perusahaan, interview menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, pengalaman, dan potensi yang dimiliki. Namun, bagi yang belum memiliki banyak pengalaman, interview sering kali terasa menegangkan. Takut salah menjawab, bingung ketika ditanya tentang diri sendiri, atau kurang percaya diri merupakan hal yang cukup umum. Padahal, interview bukan hanya tentang seberapa banyak pengalaman yang dimiliki, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menunjukkan kesiapan dan kemauan untuk berkembang. Apa Tujuan Interview Kerja? Interview dilakukan perusahaan untuk mengenal kandidat lebih jauh. Pewawancara ingin mengetahui apakah kemampuan, sikap, dan motivasi kandidat sesuai dengan posisi yang dibutuhkan. Di sisi lain, interview juga menjadi kesempatan bagi kandidat untuk mengenal perusahaan dan pekerjaan yang dilamar. Jadi, interview bukan sekadar “ujian” untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi merupakan proses untuk melihat apakah kandidat dan perusahaan dapat saling cocok. 1. Kenali Perusahaan dan Posisi yang Dilamar Sebelum interview, luangkan waktu untuk mencari tahu tentang perusahaan. Pahami bidang usaha, produk atau layanan, serta posisi yang sedang dilamar. Dengan memahami hal tersebut, kamu akan lebih mudah menjawab pertanyaan seperti “Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?” atau “Mengapa memilih posisi ini?” Jawaban yang menunjukkan bahwa kamu sudah melakukan riset akan memberikan kesan bahwa kamu serius dengan kesempatan tersebut. 2. Persiapkan Jawaban, Jangan Menghafal Beberapa pertanyaan umum seperti “Ceritakan tentang diri Anda”, “Apa kelebihan dan kekurangan Anda?”, atau “Mengapa kami harus memilih Anda?” sebaiknya dipersiapkan sebelumnya. Namun, bukan berarti jawabannya harus dihafalkan kata demi kata. Pahami poin yang ingin disampaikan agar ketika interview berlangsung, jawaban tetap terdengar natural. Bagi fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja, pengalaman organisasi, kepanitiaan, magang, PKL, maupun proyek kuliah dapat digunakan sebagai contoh untuk menunjukkan kemampuan. 3. Tunjukkan Kemampuan dan Kemauan Belajar Belum memiliki pengalaman kerja bukan berarti tidak memiliki kemampuan. Fresh graduate dapat menunjukkan keterampilan yang diperoleh selama kuliah dan kegiatan lainnya. Misalnya, pengalaman bekerja dalam kelompok dapat menunjukkan kemampuan komunikasi dan kerja sama. Pengalaman mengerjakan proyek dapat menunjukkan kemampuan menyelesaikan masalah dan bertanggung jawab terhadap tugas. Selain kemampuan, tunjukkan juga bahwa kamu memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang. Bagi perusahaan, sikap tersebut dapat menjadi nilai positif, terutama untuk kandidat yang baru memulai karier. 4. Perhatikan Cara Berkomunikasi Jawaban yang bagus akan lebih meyakinkan jika disampaikan dengan cara yang baik. Saat interview, usahakan berbicara dengan jelas, tidak terburu-buru, dan dengarkan pertanyaan sampai selesai. Perhatikan juga bahasa tubuh seperti posisi duduk, kontak mata, dan ekspresi wajah. Tidak perlu terlalu dibuat-buat. Tunjukkan sikap sopan, tenang, dan percaya diri. Jika merasa gugup, tidak masalah mengambil waktu beberapa detik untuk berpikir sebelum menjawab. Yang terpenting adalah tetap tenang dan memberikan jawaban yang jujur. 5. Jangan Takut Menjadi Fresh Graduate Salah satu kesalahan yang sering dilakukan fresh graduate adalah terlalu fokus pada kekurangan pengalaman. Padahal, setiap orang pasti pernah berada di tahap awal karier. Jangan mengatakan bahwa diri sendiri tidak memiliki pengalaman sama sekali. Cobalah melihat kembali hal-hal yang sudah dilakukan selama kuliah. Bisa jadi ada proyek, organisasi, kegiatan kampus, pelatihan, atau pengalaman lainnya yang menunjukkan kemampuan tertentu. Yang dicari perusahaan bukan hanya pengalaman, tetapi juga potensi yang dapat dikembangkan. Kesimpulan Interview kerja merupakan kesempatan bagi mahasiswa dan fresh graduate untuk memperkenalkan kemampuan sekaligus menunjukkan kesiapan memasuki dunia profesional. Persiapan yang baik dapat membantu mengurangi rasa gugup dan membuat kandidat lebih percaya diri. Mulailah dengan mengenal perusahaan, memahami posisi yang dilamar, mempersiapkan pertanyaan umum, serta berlatih berkomunikasi dengan baik. Jangan lupa untuk menunjukkan pengalaman yang dimiliki selama kuliah dan kemauan untuk terus belajar. Tidak harus menjadi kandidat yang paling berpengalaman. Jadilah kandidat yang paling siap untuk belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi.

Scroll to top
EnglishenEnglishEnglish