Workspace

Freelance Intern Student at the Lampung Province Public Bureau

The Lampung Banker - as a form of development of competence and readiness against the working world, student of the University of Teknokrat Indonesia carried out an independent internship program at the Lampung Province Public Bureau. The event was followed by three students, Daniel Aldy Yuzil, Muhammad Hhokul Ramadan, and Shendy Budi Satrio. Through the self-control program, students get the opportunity to get to know the working system in the government environment, especially in the field of administration and general service in the Lovelong Province Secretary. During an internship, students gain valuable experience in understanding the work process of the agency, management of the administration, as well as the professional working culture in the government environment. Read also: "Teoukrat Student Follow Self-Self Intern in the DPRD Secretary Lampung Province for Upgrade Professional Comtension" This event is also a means for students to improve communication skills, teamwork, discipline, and responsibility for completing the various tasks that were given during the internship. The experience is expected to strengthen student readiness in the face of future labor challenges. In doing so, this self-preservation program is led by the teachers of the law, the SCO, the M.Kom., who are in charge of guidance, of monitoring, and of evaluation, so that students can do optimal training and benefit from the learning. Read also: "Teoukrat Student Live Intern at BYD A

Reaching Work World: Students and Alumni Strategy Build Career in the Modern Era · Global Voices

Perpindahan dari dunia akademikke dunia profesionaladalah salah satu tahapkrusial dalam kehidupan mahasiswa dan lulusan. Masa ini sering kali menjadi momen awal bagi individu untuk memulai karier, meningkatkan potensi diri, danmemberikankontribusiyangsignifikan di dalam masyarakat. Namun, tidak bisadisangkal bahwa langkah memasuki dunia pekerjaanseringkali menghadirkan berbagai rintangan, terutama bagi freshgraduate yang belum memiliki pengalaman kerja yang cukup. Artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang dunia kerja serta mendukung mahasiswa dan alumni dalam mempersiapkan diri secara lebih optimal. Dengan persiapan yang baik, mahasiswa dan alumni akan lebih mudah untuk memperoleh pekerjaan serta dapat berkembang dan beradaptasi di dunia profesional. Lingkungan Kerja yang Selalu Berevolusi Saat ini, dunia kerja tengah mengalami perkembangan yang sangat cepat. Perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan tuntutan industri menyebabkan banyak sektor pekerjaan terus mengalami perubahan. Banyak pekerjaan baru bermunculan seiring dengan kemajuan teknologi digital, sementara beberapa pekerjaan tradisional mulai menyesuaikan diri dengan metode kerja yang lebih modern. Perubahan ini mengharuskan mahasiswa dan alumni untuk memiliki kemampuan belajar yang terus-menerus. Pengetahuan yang didapatkan selama perkuliahan memang merupakan dasar yang signifikan, namun kemampuan untuk terus mengupdate pengetahuan dan keterampilan juga merupakan faktor yang sangat penting. Baca Juga : International Guest Lecture Alert! Mahasiswa dan alumni yang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan serta mengikuti tren terkini akan memiliki kesempatan lebih untuk meraih kesuksesan di lingkungan kerja. Menyusun Persiapan Sejak Masa Perkuliahan Salah satu kesalahan umum adalah menunggu sampai lulus kuliah untuk mulai bersiap menghadapi dunia kerja. Sebenarnya, periode kuliah adalah momen yang sangat ideal untuk mulai menyiapkan diri. Mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai peluang yang ada di lingkungan kampus, seperti menjadi anggota organisasi kemahasiswaan, mengikuti seminar, pelatihan, lomba, atau program magang. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru, namun juga mendukung mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan yang sangat dibutuhkan di dunia profesional. Di samping itu, partisipasi dalam beragamkegiatan di luar kelas juga dapat membantu mahasiswa memahami minat dan kemampuan diri. Memahami bidang yang paling menarik akan memudahkan mahasiswa dalam menentukan jalur karier yang diinginkan setelah lulus. Mengasah Cara Berpikir Profesional Masukke dunia pekerjaan tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga memerlukan mindset profesional. Mahasiswa serta alumni harus mulai mengembangkan sikap disiplin, bertanggung jawab, dan komitmen terhadap pekerjaan yang dijalani. Ditempat kerja, individudiharapkan mampu menyelesaikan pekerjaansesuaitenggat waktu, berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta menghadapi tantangan dengan sikap yang optimis. Oleh karena itu,sangat penting bagi mahasiswa untuk mulai membangunkebiasaan baik sejak masa kuliah, seperti mengelola waktu dengan efisien,mempertahankan integritas, dan menghargai proses belajar. Pola pikir seorang profesional juga mencakup kemampuan untuk menerima masukan dan terus melakukanperbaikan diri. Lingkungan kerja adalaharenapembelajaran yang sangat dinamis, sehingga kemampuan untuk beradaptasi menjadi salah satu kunci utama kesuksesan. Peran Teknologi dalam Mengembangkan Karier Di zaman digital sekarang, teknologi memainkan peran yang sangat penting dalam dunia pekerjaan. Berbagai perusahaan memanfaatkan teknologi guna meningkatkan efisiensi kerja, memperluas cakupan bisnis, dan menciptakan inovasi baru. Mahasiswa dan alumni harusmenggunakan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan diri dan membangun karier. Salah satu metode yang bisa dilakukan adalah dengan membuat portofolio digital yang menunjukkanketerampilan dan pengalaman yang dimiliki. Serta, berbagai platform digital juga bisadigunakan untuk mencari info lowongan kerja, mengikuti pelatihan daring,dan membangun jaringan profesional. Dengan memanfaatkan teknologi secara optimal,kesempatan untuk berkembang di dunia pekerjaan akan semakin luas. Signifikansi Rasa Percaya Diri dan Keinginan untuk Belajar Salah satu hambatanutama bagi lulusan baru adalah kurangnya rasa percaya diri saat memasuki dunia kerja. Situasi ini sering muncul karena mereka merasa kurangberpengalaman dibandingkan dengan karyawan yang lebih senior. Akantetapi,perlu diingat bahwa setiap profesional juga pernah mengalamitahap yang sama saatmenjadi pemula. Apa yang membedakan adalah niat untuk belajar dan kemampuan untuk terus maju. Mahasiswa dan alumni harusberani untuk mencoba, mengambilpelajaran dari pengalaman, serta tidak gentar menghadapi kegagalan. Setiap pengalaman, baik yang sukses maupun yang gagal, akan memberikan pelajaran berharga dalam perjalanan karier individu. Tujuan Utama: Menghasilkan Lulusan yang Siap Bekerja Tujuan utama pendidikan tinggi adalah menghasilkan generasi yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga mampu berkarya dan berkontribusiuntuk masyarakat. Mahasiswa dan alumni diharapkan menggunakanpengetahuan yang telah didapat untuk menciptakan inovasi, menyelesaikan masalah, serta memberikan pengaruh positif di tempat kerja dan masyarakat luas. Dengan persiapan yang baik, pengalaman yang semakin bertambah, serta dorongan untuk terus belajar, mahasiswa dan alumni akan dapat menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja dengan rasa percaya diri yang lebih. Dunia kerja bukanlah penutup dari proses pembelajaran,tetapipermulaan dari perjalanan panjang untuk terus maju, berkontribusi, dan mewujudkan berbagai kesempatan yang ada di masa depan Baca Juga : Bank Citra membuka lowongan pekerjaan bagi Alumni Universitas Teknokrat Indonesias

The alumni University of Indonesian Teoukrat College Best College in the Monitoring Lands at National Banking, Enhanced Cyber Security in the Digital Era.

The Lap Banker - Kiyalumni University of the Indonesian Teknocrat (UTI) at the national level again showed a proud achievement. One of his best alumni, Radytia Rifandi, a graduate of the Information Studies program, is now a successful professional career in the national banking sector, especially at the Nafari Bank P.T. Also read: Student Antusias Sambuh TCTC Career Preparation Program at the company, Radytia is believed to occupy a strategic position at the Defense and Security Unit at the underside of Digital Technology Division. This role became very important in the midst of the increased banking industry's need for digital security systems to protect data and transaction customers. Radytia's placement in cybersecurity reflects the compatibility between education curriculum at the Indonesian University of Teknokrat with industrial demands, especially in the face of increasing digital transformation. In his statement, Radytia revealed that the experience during the course of education at Teknokrat was providing a very powerful provision to deal with the workforce. "The conducive campus environment and the support of competent professors helped me to build the foundation of technology. What I learned in college is very relevant to the needs of industry today," Radytia. He also sends a motivational message to students to be able to tap into the college's maximum to develop potential. "Feel free to face the challenge. A process to take today.

Scroll to top
EnglishenEnglishEnglish